|
find us on : 
Home > POHUKAM > Pollycarpus, Pembunuh Aktivis HAM Munir Bebas

Pollycarpus, Pembunuh Aktivis HAM Munir Bebas

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 29 November 2014 | 05:42:20
dibaca | 11188 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Terpidana Pollycarpus Budihari Prijanto, dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib dikabarkan mendapat pembebasan bersyarat hari ini(kemarin).Mantan pilot Garuda Indonesia tersebut akhirnya bisa melenggang bebas keluar dari Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, setelah 8 tahun lamanya mendekam di hotel prodeo dari total 14 tahun hukuman yang harus dijalaninya.

Menanggapi kabar bebas bersyaratnya terpidana Polycarpus, Dirjen PAS Kemenkumham Handoyo Sudrajat membenarkanya. "Memang benar per hari ini, SK PB nya sudah keluar karena yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan PB," terangnya di Jakarta Jumat(28/11) malam.

Hal senada juga dikatakan Kasie Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Bandung Kanwil Jabar, Budiana membenarkan bahwa Polycarpus telah mendapat pembebasan bersyarat. "Ya, tadi sudah lapor ke Bapas sekitar pukul 11.00 WIB. Datang ditemani petugas Lapas Sukamiskin untuk registrasi PB, termasuk difoto juga,"kata Budiana kepada wartawan.

Ditempat terpisah ketika dikonfirmasi perihal kabar bebasnya pembunuh suaminya, istri almarhum Munir Suciwati, mengaku tak kaget,pasalnya ia sudah memprediksi bahwa Pollycarpus akan keluar dengan cepat dari hukuman yang harus dijalaninya, "Saya sudah memprediksinya, ia akan keluar cepat," ucapnya.

Dengan bebasnya Pollycarpus, ia pun akan tetap melakukan upaya hukum mencari keadilan untuk mencari dalang sebenarnya pembunuh suaminya. "Ya iyalah kita akan ajukan peninjauan kembali(PK). Saya akan dorong Kejaksaan Agung untuk lakukan PK.Saya yakin keadilan akan ada kalau kita terus perjuangkan," tandasnya.

Seperti diketahui, Pollycarpus Budihari Prijanto merupakan terpidana perkara kasus pembunuhan berencana atas aktivis HAM Munir Said Thalib.Pollycarpus dituding membunuh aktivis HAM tersebut pada tahun 2004 silam dengan cara memberikan racun arsenic di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam , 7 September 2004, pada saat Munir hendak melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Utrecht, Belanda. Atas perbuatanya, kala itu Pollycarpus divonis bersalah dan mendapatkan ganjaran hukuman 20 tahun penjara.Namun,ia mendapat pengurangan masa hukuman menjadi 14 tahun penjara dalam putusan PK terbaru dari MA yang mengabulkan permohonanya. (red/JJ)