|
find us on : 
Home > EKONOMI > HIPMI Berharap Pemerintah Dapat Membedakan Pengusaha Lama Dan Baru

HIPMI Berharap Pemerintah Dapat Membedakan Pengusaha Lama Dan Baru

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 16 Juli 2014 | 18:42:11
dibaca | 15445 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Hal tersebut di manfaatkan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk berbagi kepada sesama dengan menggelar buka bersama keluarga besar HIPMI dan anak yatim piatu.

Di usia yang ke-42 tahun, HIPMI telah berhasil menjaring lebih dari 50 ribu member dan juga sukses mencetak beberapa tokoh muda yang berkecimpung dalam percaturan dunia usaha Nasional dan Internasional.

Selain acara buka bersama, HIPMI juga mengajak anggotanya untuk menggalang dana bantuan bagi Palestina dengan tajuk "Donasi 100 Ribu Untuk Palestina".

"Saya berharap kita semua mau menyisihkan sebagian rejeki buat membantu sesama. Kita mengajak seluruh anggota HIPMI untuk mengumpulkan dana untuk diberikan kepada saudara kita yang ada di Palestina."ucap Ketua HIPMI Raja Sapta Oktohari dalam acara buka bersama keluarga besar HIPMI dan anak Yatim Piatu di Jakarta beberapa hari yang lalu.

"Dengan kita menyumbangkan bantuan ke Palestina, mudah-mudahan bisa meringankan beban bagi masyarakat yang terkena serangan Israel. Ini bukan mengenai agama, akan tetapi kita bicara kemanusiaan," tambah Okto

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI, Hardini Puspasari, M.Si, menambahkan "Dengan member yang telah mencapai lebih dari 50 ribu, kini HIPMI telah berhasil mencetak kaderisasi wirausaha, dimana sudah ada beberapa kader pemuda HIPMI yang berkecimpung di dunia usaha Nasional dan Internasional.Namun hingga saat ini pemerintah belum bisa memberi fasilitas suku bunga bagi para pengusaha pemula." tambah Hardini

Lebih lanjut dikatakan, "HIPMI berharap seharusnya pemerintah dapat membedakan antara pengusaha yang sudah lama dengan pengusaha pemula/baru. Karena menurut pandangan saya, pengusaha pemula juga sudah selayaknya mendapatkan fasilitas suku bunga seperti apa yang sudah di dapat oleh para pengusaha lama " ucap Hardini.

"Indonesia harus bisa mencontoh Malaysia dan China yang UKM-nya lebih maju. Karena di setiap ada pameran yang mencakup ASEAN, pemerintah kedua negara tersebut memberikan tempat pameran kepada para pengusaha UKM secara gratis. Hal tersebut yang belum bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia," pungkas Hardini

Dalam kesempatan tersebut juga diadakan lelang sebuah syal yang diberikan oleh PM Palestina untuk HIPMI, yang akhirnya di menangkan oleh salah satu anggota HIPMI dengan harga Rp 110 Juta. Dana tersebut nantinya akan di pergunakan untuk membeli peralatan Rumah Sakit di Palestina yang di bangun oleh relawan Indonesia. Dan pada akhirnya terkumpul dana sebesar Rp 1 Miliyar. (JJ)