|
find us on : 
Home > POHUKAM > Kota Depok Butuh Sosok Pemimpin Yang Meninggalkan Hasil Kinerja Ketika Usai Memimpin.

Kota Depok Butuh Sosok Pemimpin Yang Meninggalkan Hasil Kinerja Ketika Usai Memimpin.

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 26 Juli 2019 | 10:22:43
dibaca | 1189 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kota Depok memerlukan sosok pemimpin yang bisa membangun Depok dalam kerja nyata dan real kedepan. Dibutuhkan pemimpin yang dapat meninggalkan hasil kinerja yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Depok ketika dia usai memimpin.

Demikian hal tersebut diungkapkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo - Maruf Amin Kota Depok Dr. Ilyas Indra dalam acara Tasyakuran yang dikemas dalam Celotehan Kopi Sore bertajuk "Mencari Pemimpin Untuk Depok Maju," di Hotel Bumi Wiyata Depok Kamis (25/7/2019) malam.

Menurut Ilyas, banyak aspek yang menjadi fokus central kota Depok salah satunya tentang pemerataan pembangunan. Kota Depok yang mempunyai 11 kecamatan saat ini rancangan pembangunannya belum tertata secara rapi. Saat ini Depok masih tersentral pada kecamatan Beji Margonda saja," tuturnya.

Selain itu lanjutnya Kota Depok juga belum memiliki Rumah sakit Pemerintah yang berkelas dan pelayanan kesehatan yang belum kuat.

"Dibutuhkan rencana bangun kota yang cukup panjang dan dibutuhkan pemimpin baru yang bisa merancang dengan semua aspek itu," tambahnya.

Sampai saat ini masih kata Ilyas, Kota Depok belum memiliki pemimpin yang dapat meninggalkan suatu produk yang bisa menjadi kesan bagi pemimpin selanjutnya.

"Belum ketemu pemimpin seperti itu," kata dia, padahal untuk membangun itu menurutnya tidak sulit, Ilyas mencontohkan, misalnya saja Kali Ciliwung yang melewati Depok ini saja belum pernah disentuh, di bantaran Kali Ciliwung yang melintas Kota Depok memerlukan suatu proses pembersihan.

"Nah selesai dibersihkan dan rapih kan program ini bisa berbekas, keliatan ada kesan bagi Masyarakat," imbuhnya.

Anggaraan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok yang mencapai 4 Triliunan Rupiah tersebut seharusnya 30 % dapat digunakan untuk biaya daerah seperti gaji PNS/ pegawai, sedangkan 70 % nya lagi bisa di gunakan untuk pembangunan.

Ilyas berharap Depok dapat memperoleh Pemimpin yang bisa membangun kerja nyata kedepan, yang ketika dia selesai memimpin itu bisa terasa ada hasilnya," pungkasnya.


BERITA TERKAIT :