|
find us on : 
Home > MEGAPOLITAN > Ciptakan Kembali Kejayaan Nusantara, Keturunan Para Raja Bentuk "Poesaka Noesantara Kembali"

Ciptakan Kembali Kejayaan Nusantara, Keturunan Para Raja Bentuk "Poesaka Noesantara Kembali"

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 22 Mei 2019 | 07:15:56
dibaca | 2971 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kita semua tahu bahwa Nusantara tempo dulu dipimpin para raja-raja. Namun, ketika dalam perkembangannya para raja-raja nusantara bersepakat untuk mendirikan sebuah negara dalam bentuk kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Pada masa itu nusantara dikenal sebagai negara yang kuat. Hal itu bisa terlihat dari kepemimpinan raja, patih dan temunggung serta memiliki ribuan prajurit tangguh.

Sejalan dengan hal ini, Cakrawala Institut yang merupakan bagian dari Poesaka Noesantara Kembali menggelar Gebyar Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Kegiatan yang dihelat di Area Musium Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Senin 20 Mei 2019 sontak menjadi perhatian insan media dan masyarakat, utamanya para mahasiswa yang menjadi peserta kegiatan.

Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan dirangkaikan dengan berbagai seni budaya dari berbagai daerah itu telah menunjukan kepada kita bahwa Nusantara memiliki kekayaan seni budaya yang tiada tara.

Setelah buka puasa bersama, panitia menyediakan waktu untuk jumpa pers.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Poesaka Noesantara Kembali, Imam Sugiato mengatakan bahwa hari ini adalah momen yang paling tepat untuk mengembalikan kejayaan nusantara. Karena dari kerajaan nusantaralah yang menjadi tonggak awal berdirinya Negara Republik Indonesia.

Untuk mengembalikan kejayaan nusantara, maka kami keturunan para raja membentuk sebuah wadah moral adalah Poesaka Nusantara Kembali. Elemen masyarakat ini menjadi lokomotif hadirnya nusantara atas kegiatan-kegiatan yang bernuansa kebudayaan nasional", kata Imam dalam Jumpa Pers di Area Musium Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Terkait Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 1908, Imam Sugiarto menegaskan, ini baru dimulai dengan kesadaran pribadi bahwa betapa pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Bangsa ini merdeka karena atas perjuangan rakyat nusantara, meski dengan alat perang yang sederhana yakni bambu runcing. Karena atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Esa itulah lahirnya sebuah negara bernama Indonesia", ulasnya.

Poesaka Noesantara Kembali tidak ada kaitannya dengan geo politik. Menurut Imam, organisasi ini dibentuk sebagai wadah menghimpun inspirasi anak bangsa utamanya para para keturunan raja.

"Kami tidak berafeliasi dalam dunia politik, namun kami memiliki independensi yang tinggi dalam menjaga kearifan baik lokal maun nasional. Namun sayangnya adat dan budaya warisan nusantara dalam kehidupan modern ini sudah hampir terkikis habis", pungkasnya. (Red)

BERITA TERKAIT :