|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > PT Kideco Perpanjang Kontrak Jasa Penambangan Hingga 2023

PT Kideco Perpanjang Kontrak Jasa Penambangan Hingga 2023

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 30 April 2019 | 16:02:15
dibaca | 3232 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, menandatangani perpanjangan kontrak jasa penambangan dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), kontraktor jasa penambangan batubara terbesar di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh M. Kurnia Ariawan, Direktur Utama Kideco, dan Frans Kesuma, Direktur Utama PAMA, dan Dadi Sukarso Yuwono, Business Development Director PAMA.

Kontrak diperpanjang hingga tahun 2023 dengan opsi perpanjangan berikutnya. Kerjasama ini meliputi mining services yang dilakukan PAMA di area konsesi terbesar Kideco, yaitu Roto Samurangau. Kegiatan mining services ini termasuk pengupasan lapisan tanah penutup, pengangkutan batubara, dan jasa pertambangan lainnya.

"PAMA adalah kontraktor jasa penambangan yang sangat profesional dalam mining operations dan mengutamakan keselamatan kerja. Kerjasama ini merupakan hal yang krusial untuk kegiatan produksi Kideco dan kami berharap agar kerjasama ini selalu terjalin dengan baik", tutur Kurnia saat acara penandatanganan di kantor Kideco di Jakarta.

Perpanjangan kontrak ini merupakan keberlanjutan dari kerjasama strategis antara Kideco dan PAMA yangbtelah berlangsung selama lebih dari 25 tahun.

"Kami berharap agar kerjasama ini berlangsung semakin baik
dan produktif, dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin optimal lagi. PAMA selalu siap mendukung!Kideco dalam kegiatan-kegiatannya", tutur Frans usai penandatanganan dilakukan.

Kideco merupakan perusahaan batubara terbesar ketiga di Indonesia dengan target produksi di tahun 2019 sebanyak 34 juta ton. Tahun lalu, Kideco meraih penghargaan sebagai perusahaan pemasok batubarabdomestik tertinggi untuk Indonesia dari Indonesia Mining Association.

Di tahun 2018, Kideco mengalokasikan 9,9 juta ton batubara atau sekitar 29,1% dari total produksinya untuk negara.

BERITA TERKAIT :