|
find us on : 
Home > KESEHATAN > Penumpukan Kolestrol & Lemak Jadi Penyebab Timbulnya Penyakit Jantung Koroner

Penumpukan Kolestrol & Lemak Jadi Penyebab Timbulnya Penyakit Jantung Koroner

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 22 April 2019 | 18:20:54
dibaca | 1423 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Penyakit jantung koroner adalah penyakit Jantung yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol, lemak, atau zat lainnya (atherosclerosis) pada dinding pembuluh darah coroner.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Hasjim Hasbullah, SpJP., Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dalam paparannya dalam acara Media Gathering Yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Siloam Area Bekasi (RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dan RS Sentosa-Siloam Hospitals Group "SHG") di RS Siloam Sepanjang Jaya Rawalumbu, Bekasi, Senin (22/4/2019).

Dr. Hasjim Hasbullah, SpJP., menjelaskan bahwa, penyakit jantung koroner ini masih merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner digolongkan menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, riwayat keturunan. Dan faktor risiko yang dapat diubah, yakni obesitas, merokok, kolesterol, hipertensi, diabetes. Hal ini lebih disebabkan karena perilaku pola hidup tidak sehat.

"Biasanya gejala dan tanda seseorang terjangkit penyakit jantung koroner itu berasa nyeri dada seperti ditindih yang mendadak, sangat hebat, dan dirasakan secara tiba-tiba. Kemudian keringat dingin, pucat, tubuh melemah, mual, muntah, juga sesak nafas", kata Dr. Hasjim Hasbullah.

Lebih lanjut, Beliau menyampaikan, ketika merasakan gejala seperti di atas, seseorang harus langsung menghentikan aktivitas fisik dan berisitirahat dengan rileks.

"Setelah itu, konsumsi nitrat apabila pasien sebelumnya mendapat obat dari dokter. Carilah pertolongan ke dr. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah untuk penanganan dan pengobatan. Jangan tunda karena keraguan dapat berdampak buruk", ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa, penyakit jantung bawaan merupakan penyakit structural jantung dan pembuluh darah besar yang sudah ada sejak lahir.

Organ jantung akan mulai terbentuk pada hari ke 15 masa kehamilan, pada masa tersebut jika terjadi gangguan maka struktur jantung menjadi tidak sempuma.

Secara epidemiologi penyakit jantung bawaan terjadi pada 7 8 dari 1000 bayi lahir, 40.000 per tahun dengan 30% P13 Kompleks dan PJB merupakan penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan.

Penyebab dari Penyakit Jantung Bawaan diantaranya, Sebagian besar belum diketahui Faktor genetik.

Gejala klinis yang dapat dilihat dari 2 jenis PJB ini yaitu, pada PJB Asianotik susah atau tampak lelah saat menyusu, atau menyusu sebentar sebentar.Berat badan sulit naik atau Infeksi saluran napas berulang.

Sedangkan pada PJB Sianotik yaitu, Kebiruan, Pertubuhan/perkembangan, Jari tabuh, Sesak nafas/mudah lelah saat aktivitas, dan Infeksi saluran napas berulang. (Bgs)

BERITA TERKAIT :