|
find us on : 
Home > POHUKAM > Solidaritas Emak -Emak Peduli Mandala Shoji Tuntut KPU Tegakkan Keadilan

Solidaritas Emak -Emak Peduli Mandala Shoji Tuntut KPU Tegakkan Keadilan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 10 April 2019 | 18:23:49
dibaca | 4303 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Solidaritas Emak - emak Indonesia peduli Mandala Abadi Shoji Caleg DPR - RI DKI 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN), tidak rela kalau Mandala Abadi di diskriminasi dan dicoret dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka menuntut keadilan harus ditegakkan.

Kuasa hukum Mandala Abadi Shoji, Irfan Fadila Mawi, SH menjelaskan, hari ini kami tim dari kuasa hukum Mandala telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu, di PN Jakarta Pusat dengan nomor 225.

Hari ini juga kami menyampaikan surat kepada KPU terkait masalah status Mandala," ujarnya di Jakarta Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, pencoretan kasus Mandala oleh KPU tidak sah, dia menyatakan sampai saat ini Mandala dinyatakan masih berhak sebagai calon anggota DPR -RI dapil 2 DKI.

"Jadi tadi kami kirim surat ke KPU - RI nomor 005LU/D92 /IV/2019. Kita minta Mandala harus segera dilakukan sosialisasi oleh KP, bahwa Mandala masih dalam daftar pemilih tetap calon anggota DPR - RI," tuturnya.

Lebih lanjut kuasa hukum Mandala membeberkan bahwa, pencoretan Mandala oleh KPU tidak punya dasar, masalah ini tidak ada pencoretan terhadap diri Mandala, tetapi ini ada hukuman badan, yang kemudian menyatakan barang bukti dan menyatakan dia bersalah dan membebankan biaya," bebernya.

"Artinya KPU salah menapsirkan 285 UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu," tambahnya.

Dikatakannya, kalau KPU sebagai lembaga eksekutor, seharusnya ada perintah dari pengadilan. Oleh karena disini tidak ada perintah dari pengadilan maka kami nyatakan hal ini belum ada putusan hukum yang tetap. "Jadi kami dan seluruh relawan Mandala seluruh masyarakat Indonesia, yang berada di dapil 2 masih berhak memilih Mandala," tegasnya.

Selain itu kita juga telah menggugaat 100 milyar kepada KPU dan Bawaslu, dengan tanggung renteng artinya mereka harus sama sama membayar, apabila perkara ini diputuskan dipengadilan dimenangkan oleh majelis hakim nantinya.

Kita berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengadili perkara Mandala, segera mengambil tindakan untuk menyatakan bahwasanya Mandala dalam keadaan posisi yang tidak dicoret oleh KPU," harapnya.

Sementara Nur Laela ketua Solidaritas Emak - emak menambahkan, ini kali keduanya kami lakukan. Dirinya berharap Mandala segera dibebaskan dari gugatan, dan Mandala berhak ikut dipilih pada 17 April mendatang," imbuhnya.

Perlu diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Mandala terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu dengan membagikan kupon berhadiah umrah dalam bentuk doorprize kepada warga.

Putusan pengadilan yang dibacakan pada 18 Desember 2018 itu pun memvonis Mandala hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan.

Pelanggaran pemilu dilakukan oleh Mandala saat ia bersama caleg DPRD DKI dari PAN, Lucky Andriani, melakukan kampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat, pada 19 Oktober 2018 lalu.

Namun hal tersebut sangat di sayangkan oleh Nova istri Mandala, karena menurutnya banyak caleg yang jelas jelas memberikan sembako dan lainnya itu justru tidak ditindak.

Nova berharap semoga, Mas Mandala segera dapat dibebaskan dari tuntutan," pungkasnya.(red)

BERITA TERKAIT :