|
find us on : 
Home > NASIONAL > DKI Pertahankan Pertanian Kota untuk Lestarikan Kearifan Lokal

DKI Pertahankan Pertanian Kota untuk Lestarikan Kearifan Lokal

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 15 Maret 2019 | 20:15:58
dibaca | 1720 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Pemprov DKI Jakarta akan mempertahankan pertanian kota untuk melestarikan kearifan lokal. Ruang Terbuka Hijau (RTH) harus dirawat, dilestarikan dan diberikan suasana baru.

Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau langsung panen buah langka khas Betawi, duku dan salak Condet di Cagar Buah Condet (CBC) Jalan Kayu Manis, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019).

Kegiatan panen tersebut dalam rangka menjaga kearifan lokal serta pengembangan pertanian perkotaan dan pelestarian buah langka khas Betawi di ibu kota Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta bersama warga sekitar selama ini memelihara dan melestarikan buah-buahan tanaman hortikultura, seperti duku dan salak, dimana saat ini produksinya sangat terbatas/langka, di CBC yang juga dapat menjadi wahana pembelajaran dan ruang interaksi antar warga di Jakarta.

"Pohon duku tadi itu diperkirakan usianya lebih dari 100 tahun, begitu juga dengan salak. Ini sebuah wahana pembelajaran dan rekreasi, sekaligus sebuah wilayah cagar, lahannya sekitar 3 hektare. Jadi ini aset kita yang ingin kita lestarikan dan kembangkan. Saya berharap mudah-mudahan warga Jakarta lebih banyak memanfaatkan fasilitas tempat ini," kata Anies.

Anies menjelaskan, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan Dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta juga terus berkomitmen dan berupaya untuk mempertahankan lahan-lahan pertanian dalam rangka melestarikan kearifan lokal di Jakarta. Dengan kemajuan teknologi di sektor pertanian, diharapkan pengelolaan lahan produksi buah duku dan salak di Condet dapat terus ditingkatkan dan dimungkinkan untuk dikembangkan dengan penerapan teknologi yang tepat guna.

Mantan Menteri Pendidikan itu berpesan kepada Dinas KPKP agar terus melakukan bimbingan, pengawalan dan pendampingan oleh para penyuluh. Dia berharap melalui tekad dan semangat yang tinggi dari para pemilik lahan, khususnya di kawasan Condet dapat mempertahankan produksi buah duku dan salak agar tetap lestari keberadaannya di kota Jakarta.

Selain itu, Anies juga berharap agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas pohon duku dan salak dengan pemeliharaan yang dilakukan menggunakan teknologi terkini. Dengan demikian keberhasilan produksi dapat dipertahankan sekaligus merangsang para pengelola/pemilik lahan meningkatkan produktivitasnya.

"Tempat-tempat hijau seperti ini adalah tempat-tempat yang harus kita rawat dan lestarikan serta memberikan suasana baru. Saya akan minta untuk rencana lama tentang pengembangan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata kita akan kembangkan; karena rencananya saudah ada," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni menuturkan, sejak 2007 pihaknya telah membeli lahan warga untuk melestarikan duku dan salak yang merupakan ciri khas buah betawi. Dia pun telah memiliki gambar pengembangan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata.

"Kita baru gambar itu juga 2014 kemarin kita tindaklanjuti 2016 sampai sekarang masih kita kembangkan," ucapnya. (Red)

BERITA TERKAIT :