|
find us on : 
Home > NASIONAL > Sentra Indonesia Gelar Seminar Enterpreneurship.

Sentra Indonesia Gelar Seminar Enterpreneurship.

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 14 Maret 2019 | 18:55:50
dibaca | 1603 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Sentra Indonesia gelar Seminar Enterpreneurship "Optimalisasi Teknologi Smartphone Di Era Ekonomi Digital Dalam Menciptakan Pekerjaan". Bertempat di Gedung Smasco Jakarta Kamis (14/3/2019).

Seminar ini menghadirkan tiga nara sumber antara lain, Pengamat Teknologi Informatika Dr. Muhammad Faiz Rafdhi M. Kom. Manager Enterprise Produk Proposition and Pricing Telkomsel, Fani Pristama. Dan Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI. Ahmad Iman SH. M.Hum.

Dalam paparannya Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI. Ahmad Iman SH. M.Hum. menjelaskan bahwa, Teknologi Informasi faktanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat luas. Namun Teknologi Informasi itu juga harus diatur sedemikian rupa, agar ruang publik informasi itu dibatasi dengan informasi apa yang bisa ditampilkan didalamnya, untuk menjaga agar generasi muda kita tidak terlalu berbahaya dikemudian hari," jelasnya.

Menurut Iman, teknologi yang berkembang membuat gaya hidup masyarakat dapat berubah. Internet teknologi smartphone mengubah gaya hidup kita, termasuk juga mengubah mobilisasi ekonomi kita juga.

Teknologi Informasi juga dapat mempercepat aktivitas dalam kehidupan manusia, termasuk didalamnya mempercepat dan mempermudah aktivitas pekerjaan kita sehari -hari," tuturnya.

Saat ini lanjutnya, para youtubers maupun Instagram sudah menjadi bisnis. Mereka juga terkena pajak.

"Jadi ini yang harus diatur regulasinya, jangan terlalu ketat juga karena banyak orang yang hidup mendapat manfaat dari informasi yang luar biasa ini," lanjutnya.

Regulasi diperlukan pengaturan, entah itu termasuk penarikan pajak. Tetapi jangan sampai menghambat peningkatan manfaat dari teknologi informasi itu, terutama untuk lapangan pekerjaan," ujarnya.

Sosial media ini juga agak membahayakan. Sosial media dapat membuka ruang privasi kita kepublik. Efek negatifnya banyak anak kecil bisa melihat apapun disosmed, entah itu apapun adegan orang dewasa atau pornografi bahkan lainnya.

"Diperlukan pendidikan di keluarga. Banyak yang agak membahayakan " contohnya ada anak gadis yang aktif jadi Schedugram, kemudian mendapat uang besar dari situ sehingga hidupnya praktis berubah," jelasnya.

Manager Enterprise Produk Proposition and Pricing Telkomsel.Fani Pristama menambahkan, perubahan TeknologiInformasi itu tidak bisa kita hindari, tinggal kita bagaimana bisa menanggapi perubahan itu. Yang bisa menjadi filter dalam Teknologi Informasi ini adalah diri kita sendiri.

"Kita bisa jadi sebagai orang tua, sebagai kakak atau teman, kita bisa menjadi filter apa yang bisa kita konsumsi atau tidak dalam Teknologi ini. Kuasai literasi yang bisa membuat kita memenangkan kompetisi, kita harus bisa menjadi subyeknya dan jangan kitamenjadi obyeknya," tambahnya.

Sementara, Pengamat Teknologi Informatika. Dr. Muhammad Faiz Rafdhi M. Kom mengatakan bahwa, teknologi digital itu adalah sunatulloh yang punya sifat dua sisi. Apakah kita dapat memanfaatkan segi positif atau justru kita tergilas dengan sisi negatifnya.

Faiz berharap kedepan terkait pemerataan teknologi digital maka yang utama adalah pendidikan.

Faiz berpesan kepada pemerintah bahwa kedepan infrastruktur yang dibangun adalah infrastruktur teknoligi informasi.

Saat ini sudah dibangun infrastruktur dari sisi jalan, kedepan perlu dibangun infrastruktur teknologi informasi, supaya yang lain mengalami percepatan yang sama dengan kita yang ada di Ibu Kota" ungkapnya.

BERITA TERKAIT :