|
find us on : 
Home > MELITER > HUT Ke-57 Kohanudnas, Panglima TNI: Kohanudnas, Ujung Tombak Kotama Operasional TNI

HUT Ke-57 Kohanudnas, Panglima TNI: Kohanudnas, Ujung Tombak Kotama Operasional TNI

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Februari 2019 | 12:39:04
dibaca | 1837 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsekal Muda TNI Imran Baidirus S.E., memimpin upacara peringatan HUT Ke-57 Kohanudnas yang dilaksanakan Lapangan Apel Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (09/02).

Dalam amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., yang dibacakan oleh Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus S.E., mengatakan bahwa, Kohanudnas merupakan ujung tombak Kotama Operasional TNI dalam menegakkan kedaulatan negara di udara dan mengatur seluruh potensi kekuatan udara bangsa Indonesia.

"Sepanjang sejarah sejak kelahirannya pada 9 Februari 1962, Kohanudnas telah mampu menunjukkan peran aktifnya bagi keberhasilan pelaksanaan tugas TNI. Keberhasilan itu hanya dapat dicapai dengan dedikasi, kesungguhan dan kerja keras dari seluruh anggota Kohanudnas dan satuaj jajaran. Kesemuanya merupakan refleksi dari konsistensi sikap dan kesinambungan dalam upaya pembinaan yang terarah, terprogram dan berkelanjutan" ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan bahwa, Sistem pertahanan yang ideal, berdasarkan analisa terhadap kemungkinan ancaman yang mungkin timbul. Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, ancaman tersebut menjadi semakin kompleks.

"Ancaman terhadap pertahanan udara nasional tidak lagi berasal dari kekuatan konvensional berupa pesawat tempur asing ataupun penerbangan ilegal lainnya. Pesawat terbang tanpa awak/drone, rudal jelajah hipersonic, serangan elektronika terhadap fasilitas radar ataupun fasilitas komando dan pengendalian serta serangan siber terhadap jaringan yang kita miliki harus diwaspadai", tegasnya.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan bahwa, Tantangan Kohanudnas terkini adalah terealisasinya keinginan Presiden RI untuk pengambil alihan pengelolaan FIR ( Flight Information Region ) diatas Kepulauan Riau dari Singapura pada tahun 2019 ini.

"Saya perintahkan kepada Panglima Kohanudnas untuk memastikan bahwa TNI telah memiliki segala fasilitas, kemampuan personel, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk mensukseskan program tersebut", tegas Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan oleh Pangkohanudnas.

Menutup amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa, Keberhasilan pencapaian tugas Kohanudnas sangat tergantung pada kemampuan, kekuatan, dan pola gelar yang dilaksanakan. Pembangunan pertahanan udara nasional telah dilaksanakan secara bertahap. TNI telah dan akan menambah alutsistanya baik radar, pesawat tempur sergap, rudal jarak sedang maupun penangkis serangan udara.

"Dengan penambahan alutsista ini, diharapkan kemampuan Kohanudnas dalam menjaga dan mengawal seluruh wilayah NKRI terus meningkat, terutama wilayah disepanjang perbatasan serta alur lalu lintas laut yang padat dam rawan. Oleh karenanya, tingkatkan terus kesiapan operasional dan profesionalisme, agar kohanudnas benar-benar menjadi kekuatan udara yang tangguh, andal dan disegani lawan guna mengawal wilayah udara nasioan Indonesia", ungkapnya.

"Saya berharap peringatan hari jadi Ke-57 ini menjadi wahana membangun jiwa dan semangat Labda Prakasa Nirwikara Kohanudnas, yang semakin mantap, profesional dengan militansi yang tinggi guna melaksanakan tugas mempertahankan dan menegakkan Kedaulatan RI", harapnya.

Hadir peserta Upacara meliputi perwira menengah (pamen), perwira pertama, bintara, tamtama dan PNS Markas Kohanudnas serta Kosekhanudnas I, dihadiri oleh Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, para Pangkosekhanudnas, Danpusdikhanudnas, Ketua IKKT PWA Cab BS V-Kohanudnas Ny. Imran Baidirus, Wakil Ketua, para Ketua IKKT PWA Cabang dan Ranting beserta pengurus, para pejabat Kohanudnas, Kosekhanudnas I, Para Komandan Satuan Radar (Satrad) dan undangan lainnya. (Bgs)

BERITA TERKAIT :