|
find us on : 
Home > MELITER > Mengajar di Perbatasan RI-PNG, Komitmen TNI AD Mencerdaskan Anak Bangsa

Mengajar di Perbatasan RI-PNG, Komitmen TNI AD Mencerdaskan Anak Bangsa

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 08 Februari 2019 | 21:48:37
dibaca | 487 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Selain memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY juga berkewajiban mencerdaskan masyarakat di wilayah perbatasan. Tersebut disampaikan Dansatgas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi A. Wibowo, dalam rilisnya di Distrik Sota, Merauke, Jumat (8/2/2019).

Diungkapkan Dansatgas, minimnya tenaga pendidik di wilayah perbatasan, tak luput dari pantauan Satgas Pamtas. "Makanya kita hadir di sekolah untuk membantu keterbatasan tenaga pengajar di perbatasan", ujarnya.

Seperti kemarin yang dilakukan personel Satgas, mendatangi salah satu sekolah SD YPPK yang berlokasi di Distrik Sota, Kabupaten Merauke. Ini dilakukan Satgas karena terbatasnya jumlah guru yang ada sekolah tersebut. Juga atas program dari Satgas Pamtas Yonmek 521/DY, membantu segala kesulitan yang dialami oleh masyarakat sekitar Pos Pamtas.

Dansatgas menjelaskan, keikhlasan dan ketulusan prajurit Satgas untuk turut memberikan pendidikan pada anak-anak di perbatasan, belum sepenuhnya didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, terlebih tenaga pendidik, buku pelajaran dan alat tulis yang masih serba terbatas.

"Di sekolah tersebut, para siswa hanya berbekal buku matematika dan buku pembelajaran lainnya, tanpa kehadiran tenaga pengajar, membuat Satgas Yonmek 521/DY bersemangat membagikan ilmunya kepada murid-murid SD YPPK Yanggandur. Bagaimana tidak, tanpa kehadiran guru, anak-anak masih betah berada di sekolah, sambil berharap menanti datangnya guru yang mengajar mereka", jelasnya.

"Melihat antusiasnya anak-anak perbatasan menuntut ilmu, membuat beberapa personel Satgas, menjadikan diri mereka menjadi tenaga pengajar sukarela demi kemajuan pola pikir masyarakat di wilayah perbatasan ini", tegas Andi Wibowo.

Andi mengungkapkan, anak-anak di perbatasan juga punya keinginan untuk maju dan mau belajar. "Dari situ, kami berinisiatif untuk menjadi tenaga pengajar di sekolahan ini", bebernya.

Sementara itu, Kepala Sekolah YPPK, Emerikus Renyaan (58), mengakui jika dirinya begitu mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonmek 521/DY tersebut.

"Kehadiran para personel Satgas di sekolah kami, pastinya sangat meringankan bebannya, apalagi hanya beberapa guru saja yang mengajar di sekolah ini. Jadi, kendala kami adalah kekurangan tenaga pengajar", akunya.

"Saya berterima kasih kepada Satgas yang secara sukarela mau menjadi tenaga pengajar di sekolahan kami", tutur Emerikus.

Salah seorang siswa, Eloy berujar, kehadiran Bapak-Bapak TNI untuk mengajari siswa di sekolahnya begitu disyukurinya.

"Kami begitu senang, kini hadir guru yang gagah perkasa, sabar membimbing dan mengajari saya dan teman-teman menjadi pintar", tuturnya polos. (Bgs)

BERITA TERKAIT :