|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > PT Pertamina Gandeng 2 Perusahan, Siap Bangun Pabrik Pengganti LPG

PT Pertamina Gandeng 2 Perusahan, Siap Bangun Pabrik Pengganti LPG

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 16 Januari 2019 | 23:33:00
dibaca | 5410 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals, Inc sepakat membentuk perusahaan patungan yang bergerak untuk hilirisasi batu bara. Ketiganya bakal membangun pabrik gasifikasi batu bara di Peranap, Riau.

Pabrik itu nantinya akan merubah batu bara menjadi dimethylether (DME). DME pun dapat digunakan untuk menggantikan Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji, bahan pembuatan gas rumah tangga, sehingga ditargetkan bisa mengurangi impor.

Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dengan proyek gasifikasi ini maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor elpiji sebanyak 25%. Dia menyebutkan, pada tahun 2017 tercatat Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7.11 juta ton elpiji, di mana 73% bahan elpiji masih impor.

"Jika pabrik di Peranap, Riau selesai dibangun dan berproduksi (kapasitasnya) 1,4 juta ton (DME per tahun), dan kalau impor 5,3 juta ton (elpiji per tahun) maka bisa mengurangi 25% (impor elpiji)" katanya di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang akan dimulai awal Februari 2019. Sehingga ditargetkan ground breaking perusahaan pada akhir Maret 2019.

Pada masa tersebut, Nicke menyatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi, memperkenalkan DME kepada masyarakat.

"Ada beberapa opsi. Proses residu refinery jadi syngas atau kerja sama air product, yang pasti akan bertahap blending DME ke elpiji, kita ingin mengenalkan secara bertahap. Kita ingin masyarakat percaya produk ini lebih baik. Memang diawal bisa saja impor (DME) tapi kalau bisa refinery tadi," katanya.

Senada, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, melalui proyek gasifikasi batu bara tersebut dapat mengurangi impor elpiji yang selama ini dilakukan Pertamina.

"Maka saya minta tim Pertamina untuk dipelajari apakah betul bisa digantikan. Memang akan ada perombakan, tapi itu sangat minim. Tutupnya lebih kecil aja dengan elpiji. Ini nanti bisa 100% diolah menjadi DME, jadi kita enggak usah impor. Nah, kalau kita bisa teknologi ini, maka bisa pakai batu bara maka bisa menghemat cost kita," ujar Rini. (Sr)

BERITA TERKAIT :