|
find us on : 
Home > EKONOMI > Kepala BKP Kementan: Manfaatkan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Daya dan Aset Keluarga

Kepala BKP Kementan: Manfaatkan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Daya dan Aset Keluarga

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 Desember 2018 | 13:36:50
dibaca | 3817 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Makassar --- Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga, karena itu sangat penting bagi setiap rumah tangga dapat mengakses pangan dengan mudah.

"Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan", ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.

Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,á pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Manfaatkan lahan pekarangan. Jangan sampai kosong tidak ada tanaman sejengkalpun", tambah Agung.

Untuk mengajak masyarakat, BKP memanfaatkan lahan pekarangan, pihaknya memberikan contoh bagaimana cara memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Dijelaskan Agung, mulai 2019 Kementerian Pertanian akan melaksanakan program Obor Pangan Lestari (OPAL).

"Melalui program OPAL, kami meminta seluruh kantor lingkup Kementerian Pertanian dan Dinas lingkup pertanian Provinsi/Kab/Kota serta UPT vertikal memanfaatkan area perkantoran dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral", ujar Agung.

Sebagai percontohan awal OPAL, telah dilaksanakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura propinsi Sulawesi Selatan dan Toko Tani Indonesia Centre di Jakarta.

Dijelaskan Agung, tujuan jangka pendek pelaksanaan OPAL adalah untuk pemanfaatan lahan perkantoran sebagai penyedia pangan dan sebagai percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan.

Sedangkan jangka panjang untuk meningkatkan penyediaan sumber pangan keluarga yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat; meningkatkan pendapatan rumah tangga; meningkatkan akses pangan keluarga; konservasi sumberdaya genetik lokal; dan mengurangi jejak karbonáserta emisi gas pencemar udara.

"Ke depan program OPAL akan dilaksanakan secara massal dengan melibatkan masyarakat dalam bentuk Gerakan Masyarakat (Germas) OPAL", lanjut Agung.

"Untuk mensukseskannya, dukungan semua pihak sangat kami harapkan", pungkas Agung. (Bgs)

BERITA TERKAIT :