|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > Chappy Hakim :Perkuat Kedaulatan NKRI Kedaulatan Udara Harus Diperjuangkan

Chappy Hakim :Perkuat Kedaulatan NKRI Kedaulatan Udara Harus Diperjuangkan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 Desember 2018 | 00:50:05
dibaca | 9703 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal (Purn) TNI Chappy Hakim menegaskan pentingnya pengelolaan wilayah udara Indonesia. Beliau menyebutkan bahwa Kontrol ruang udara merupakan martabat Indonesia.

Hal ini disampaikan Chappy Hakim dalam peluncuran tiga buku di auditorium Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Karena itu, persoalan Flight Information Region (FIR) di Selat Malaka harus diselesaikan. "Instruksi Presiden sudah jelas, untuk segera selesaikan masalah FIR," ujarnya.

Chappy menyebut kedaulatan di wilayah udara perairan Selat Malaka berhubungan langsung dengan sistem pertahanan dan keamanan negara pada wilayah perbatasan.

"Pengelolaan wilayah udara (sebagai) kedaulatan adalah masalah martabat Indonesia sebagai bangsa. Kedaulatan di laut dan udara merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan untuk memperkuat kedaulatan wilayah", tegasnya.

Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa, Tanpa ada kedaulatan yang menyeluruh, maka keberadaan negara menjadi tidak ada artinya. "Negara lain akan seenaknya mengeksploitasi kekayaan yang dimiliki negara kita," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberi pandangan dalam peluncuran buku karya mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn) Chappy Hakim

Tiga buku baru yang diluncurkan Chappy Hakim bertepatan dengan ulang tahunnya ke-71 adalah Menata Ulang Penerbangan Nasional, Penegakan Kedaulatan Negara di Udara, dan Tol Udara Nasional.

Kolonel Penerbang Supri Abu yang menulis buku bersama Chappy Hakim menguraikan kedaulatan wilayah udara Indonesia belum sepenuhnya diterapkan. Ini berbeda dengan di wilayah laut yang dalam empat tahun terakhir terasa sekali sosok keindonesiaannya. Di laut, para pelanggarnya bisa ditangkap dan ditenggelamkan.

Salah satu contoh adalah wilayah di sekitar Laut China Selatan yang dipakai sebagai tempat latihan angkatan udara Singapura. "Kita belum bisa mengambil alih wilayah itu karena selalu diklaim sebagai daerah latihan tradisional", kata Supri Abu.

Menteri Susi menjelaskan, pada awalnya Singapura juga menyatakan tempat itu sebagai daerah penangkapan ikan tradisional. Ia lantas menyampaikan kepada Dubes Singapura bahwa nelayan Indonesia juga menganggap wilayah perairan Australia dan Madagaskar sebagai daerah penangkapan ikan tradisional.

"Tetapi Pemerintah Australia tidak pernah mau mengakui dan menangkap nelayan-nelayan Indonesia", kata Susi.

Atas dasar itu, Susi berpendapat, pemerintah tidak boleh berkompromi dengan kedaulatan. "Kita harus sama-sama menjaganya karena itulah harga diri bangsa dan itulah yang akan membawa kita untuk maju", kata Susi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir pada peluncuran mengatakan, Presiden Joko Widodo menegaskan soal perlunya menjaga kedaulatan nasional. Buku-buku yang ditulis Chappy, kata dia, meneguhkan tentang perlunya menegakkan kedaulatan nasional.

Chappy berpandangan perlu ada lembaga yang memperhatikan persoalan kedaulatan negara. "Bila dimungkinkan kita membentuk Menko Penerbangan atau kementerian yang mengoordinasikan bagaimana menegakkan kedaulatan negara di udara", kata Chappy. (Bgs)

BERITA TERKAIT :