|
find us on : 
Home > NASIONAL > 2019 Hutan Kota Kemayoran Bakal Rampung di Revitalisasi

2019 Hutan Kota Kemayoran Bakal Rampung di Revitalisasi

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 05 Desember 2018 | 20:24:15
dibaca | 883 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Direktur Perencanaan Pembangunan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, Riski Renando mengatakan bahwa sejak 2016, pihaknya terus melakukan revitalisasi Hutan Kota Kemayoran yang direncanakan selesai akhir tahun 2019.

Sebelum dilakukan revitalisasi, hutan kota kemayoran dengan luas 22,3 hektar kondisinya tak terawat, tak terjamah manusia, banyak semak, sampah, bahkan binatang melata yang membahayakan.

"Tempat tersebut juga terkesan mubazir karena tidak dimanfaatkan," katanya, di Lobi Gedung Utama Kemensetneg, pada waktu yang lalu.

Saat ini kata Riski suasana sudah berbeda. Tanaman enceng gondog dan lumpur sudah tidak ada lagi. Bahkan hutan kota Kemayoran yang masih dalam proses revitalisasi itu masuk dalam top 99 inovation.

"Bulan yang lalu, diberi anugerah oleh MenpanRB," katanya.

Menurut Riski, Pusat Pengelola Komplek Kemayoran bekerjasama dengan Pemprov DKI melakukan proyek revitalisasi meliputi mengeruk danau yang ada, kemudian membersihkan semak, memperbaiki jalan, serta menambahkan sejumlah fasilitas umum lainnya, seperti joging track dan jembatan.

"Rencananya hutan kota yang telah direvitalisasi itu akan dijadikan tempat rekreasi, edukasi serta konservasi, bukan hanya warga Jakarta tetapi juga dari daerah lainnya. Sedangkan waduk yang ada di lokasi tersebut juga dapat dijadikan penampungan banjir di wilayah kemayoran," katanya.

Sementara Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Winarto menjelaskan mengenai konsep renovasi yang telah dilakukan sejak akhir tahun 2015 pada kawasan seluas 279 hektar itu.

"Ketika memikirkan GBK, sudah diantisipasi setelah event jangan sampai tempat olahraga berstandar Internasional ini menjadi terlantar, tapi harus bisa dimanfaatkan selanjutnya oleh masyarakat," kata Winarto.

Ia juga menyampaikan PPK GBK telah menyiapkan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa membebaninya. Antara lain, venue multievent untuk kesenian, kebudayaan, olahraga, dan ruang terbuka hijau.

Menyangkut relokasi lapangan tembak, katanya masih dalam proses pembahasan antara Kemenpora dan Pemprov DKI Jakarta, pasca terjadinya peluru nyasar ke gedung DPR beberapa waktu lalu. Dua lokasi yang dijadikan tempat alternatif berada di kawasan Cibubur dan Halim.

"Lokasi cabang olahraga menembak masih dicari tempatnya. Waktu saya bicara dengan Pak Gubernur dan beliau menghendaki lokasi yang sesuai," katanya.

Winarto mengatakan bahwa DPR dan pemerintah sudah sepakat mencari lokasi lapangan tembak yang saat ini sudah tidak bisa di tempat lagi.

"DPR dan pemerintah sudah memutuskan kalau lapangan tembak itu tidak lagi di tempat sekarang," katanya.(JJ/dwa)