|
find us on : 
Home > NASIONAL > BIN : Berita BIN Menyuap Ormas Mahasiswa Agar Tidak Kritis Kepada Pemerintah Adalah Hoax

BIN : Berita BIN Menyuap Ormas Mahasiswa Agar Tidak Kritis Kepada Pemerintah Adalah Hoax

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 21 November 2018 | 12:04:14
dibaca | 775 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Badan Intelijen Negara (BIN) tidak menyuap Ormas Mahasiswa agar tidak kritis terhadap pemerintahan minimal sampai Oktober 2019 mendatang.

Demikian hal tersebut ditegaskan Juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto dalam jumpa persnya di bilangan Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018).

Pasalnya menurut Wawan, beredar kabar minta klariflkasi di Twitter Joko Edy Abdurrahman (mantan DPR-RI) bahwa Kepala BIN menyuap beberapa Ormas Mahasiswa seperti, PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhl, dan KMHDI, yang masing-masing mendapat Rp 200 juta per bulan, serta untuk Ketua PB mendapat Rp 20 juta per bulan.

"Jadi isu tersebut adalah tidak benar, dan mendiskreditkan pemerintah, dalam hal ini BIN," tegas Wawan.

Wawan mengatakan, BIN tidak melarang siapapun mengkritisi pemerintah, sebab kritik dan saran adalah sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa. Namun kritik harus ada data dan fakta serta diberikan solusi, ujarnya.

Selama ini lanjutnya, kritik dan saran terus terjadi dan tidak masalah, sebab ada hak jawab yang diberikan UU secara berimbang (cover both side)," tambahnya.

Munculnya berbagai Ormas Relawan, adalah kehendak masyarakat untuk berserikat dan berkumpul secara sukarela. Tidak perlu didorong oleh siapapun termasuk BIN, dan itu sah menurut UU.

Ormas bebas menyuarakan sesuatu namun tetap harus bertanggung jawab, bukan hoax, bukan fitnah, sebab mereka dapat terkena sanksi berdasarkan UU ITE," tutur Wawan.

Berbagai deklarasi masih kata wawan, terjadi di Indonesia, ini tanggung jawab pengurus organisasi yang bersangkutan. Deklarasi tumbuh atas simpati rakyat berdasar pilihan untuk mendukung Capres, cawapres masing-masing. Tidak ada paksaan dalam menentukan pilihan dukungan tersebut. BIN membebaskan seluruh Ormas dan warga negara untuk melakukan deklarasi maupun kampanye selama tidak melanggar UU.

"Jadi berita yang menyatakan BIN menyuap Ormas Mahasiswa agar tidak kritis kepada pemerintah adalah hoax," pungkas Wawan. (Red)