|
find us on : 
Home > MELITER > Aster Panglima TNI : Mahasiswa Harus Bisa Memfilter, Menangkal dan Cegah Pengaruh Negatif

Aster Panglima TNI : Mahasiswa Harus Bisa Memfilter, Menangkal dan Cegah Pengaruh Negatif

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Oktober 2018 | 20:56:26
dibaca | 334 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Mahasiswa sebagai warga negara harus bisa menjadi filter dalam menangkal dan mencegah pengaruh negatif baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh sebab itu, generasi muda harus memiliki karakter yang kuat sebagaimana yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Demikian amanat Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., yang dibacakan Waasters Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo pada acara Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan komponen bangsa (Mahasiswa) tahun 2018, bertempat di Sasono Langgeng Budoyo TMII, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Aster Panglima TNI mengatakan bahwa para mahasiswa sebagai generasi muda bangsa harus memelihara semangat persatuan dan kesatuan, nilai juang serta daya saing seiring perkembangan teknologi dewasa ini. "Diperlukan kepedulian, kewaspadaan dan tanggung jawab saat mengimplementasikan tugas-tugas dalam mencapai cita-cita bangsa menuju masyarakat sejahtera adil dan makmur", katanya.

Selanjutnya Aster Panglima TNI menjelaskan bahwa untuk menjawab tuntutan dan tantangan tugas ke depan kita sebagai bagian komponen bangsa tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan berjuang serta berkarya kepada negeri yang kita cintai.

"Mahasiswa sebagai bagian penting dalam mengisi pembangunan tetap memelihara dan meningkatkan toleransi antar sesama warga negara dan menjaga stabilitas wilayah serta senantiasa memegang teguh empat konsensus nasional yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI", jelas Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko.

Kegiatan Komsos TNI yang bertemakan "Jadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa demi kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia", diikuti sebanyak 500 orang mahasiswa se-Jabodetabek. (Bgs)