|
find us on : 
Home > POHUKAM > Fransisca Indrasari S.H. Reka Ulang Kasus Pembunuhan Cinta Segi Tiga

Fransisca Indrasari S.H. Reka Ulang Kasus Pembunuhan Cinta Segi Tiga

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 17 Januari 2014 | 21:11:00
dibaca | 20899 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kasus pembunuhan cinta segitiga yang berlatar belakang asmara antara angga ,jelita , dan korban adalah korban menyukai Angga, namun Angga lebih memilih jelita dan menjadikannya istri, pada saat angga dan jelita menumpang di kos korban, korban selalu mengejek, menghina, memaki, serta merendahkan martabat angga dan jelita ,sehingga hal tersebut membuat angga khilaf.Ujar Fransisca Indrasari,S.H.selaku kuasa hukumnya usai reka ulang di Jakarta Jumat(17/1/2014)

Bahwa pada mulanya menurut Fransiska, kliennya bernama angga membeli pisau dapur bukan untuk membunuh korban, melainkan untuk memotong buah,dan angga pun tidak dalam keadaan sadar saat menusukkan pisau ketubuh korban sebanyak 23 kali, ujar Fransisca

Fransisca menambahkan, kliennya yang bernama Jelita tidak dalam keadaan sadar ketika memegang tangan korban saat itu, menurutnya klien kami bermaksud melerai angga, namun karena melihat banyak darah jelita menjadi lemas dan syok, jelasnya

Angga dan Jelita dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 338, 340, dan 365 KUHP. hal ini menurut Fransisca harus dibuktikan nanti pada saat persidangan dikarenakan khusus kliennya yang bernama jelita tidak terlibat dalam pembunuhan berencana, ucap Fransisca

"Kliennya menyadari kesalahannya dan khilaf akan tetapi perbuatan tersebut bukanlah sebuah pembunuhan berencana melainkan spontanitas," tambahnya

Fransisca atas nama kliennya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan bersedia menerima hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat serta berjanji menjadi manusia yang lebih baik, dengan permohonan maaf ini Fransisca selaku kuasa hukumnya tidak berusaha untuk mengurangi hukuman yang akan menjerat kliennya, Pungkas Fransisca (Yudi/JJ)