|
find us on : 
Home > NASIONAL > Perkembangan Cuaca Dan Musim Hujan Di Wilayah Indonesia Menurut BMKG

Perkembangan Cuaca Dan Musim Hujan Di Wilayah Indonesia Menurut BMKG

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 17 Januari 2014 | 11:55:20
dibaca | 9181 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Hasil prediksi akumulasi curah hujan pada bulan Januari 2014 menunjukkan beberapa wilayah seperti, Sumatra selatan , Jawa, Kalimantan selatan, Sulawesi Selatan, Bali dan Nusa Tenggara kemungkinan berpotensi curah hujannya berkisar 400-500 mm/bulan, sehingga dalam skala harian dimungkinkan untuk terjadi hujan-hujan lebat.

Dr.Andi Eka Sakya M Eng selaku Kepala BMKG, mengatakan " Masih aktifnya angin barat atau Monsun Asia yang mengakibatkan adanya daerah pertemuan angin atau ITCZ( Intertropical Convergence Zone) yang memanjang dari Sumatra selatan, jawa hingga Nusatenggara, Ujarnya di kantor BMKG Jakarta (17/1/14)

"Pantauan bibit badai tropis atau pusat tekanan rendah yang akan tumbuh di wilayah indonesia bagian selatan, maka sebagian besar wilayah Indonesia masih berpeluang hujan merata"

Andi menjelaskan, Tugas Pokok dan fungsi BMKG adalah, menginformasikan dilokasi mana saja yang sebetulnya awan-awan itu terjadi dan kemudian melakukan " menuju kemana persemaian awan itu dilakukan" Ujarnya

Lebih lanjut dikatakan, Kita sudah mewaspadai sampai dengan pertengahan februari, kita lihat apakah ini puncak yang pertama ataukah kemudian merupakan puncak yang terdasyat, tambahnya

Saat di tanya mengenai adanya 3 lempengan, andi mengatakan "Kalau masalah 3 lempeng itu masalah tektonik tentunya dari masalah geografis sendiri, jadi depresi itu ada di daerah Philipina sedang dampaknya terjadi di Manado tegasnya

"Jadi ketinggian gelombang itu mulai dari cina selatan ke selatan antara kalimantan dan sumatra, kemudian jawa, sampai kepada sulawesi, Nusa tenggara timur itu akan tinggi sekali. antara 4-6 meter sehingga kita membuat peringatan dini, "dimana-mana saja gelombang tingginya kita telah menyerahkan kepada perhubungan laut, dan mereka yang kemudian menginformasikan apakah kapal boleh kelaut atau tidak, Pungkasnya( Yudi/Red)