|
find us on : 
Home > OLAH RAGA > Ketua NPC Ungkap Alasan Miftahul Jannah Gagal Bertanding di Asian Para Games 2018

Ketua NPC Ungkap Alasan Miftahul Jannah Gagal Bertanding di Asian Para Games 2018

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Oktober 2018 | 07:51:17
dibaca | 487 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Pejudo Indonesia, Miftahul Jannah, gagal bertanding dalam gelaran Asian para Games 2018 lantaran dirinya mengenakan hijab. Hal tersebut lantas menjadi viral. Maka dari itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, memberikan konfirmasinya dalam koneferensi pers.

Senny menerangkan bahwa terjadi kesalahpahaman antara Pelatih Judo Indonesia, para atlet, dan Asian Paralympic Committee (APC). Disebutkan oleh Senny bahwa sebelum pertandingan Asian Para Games 2018 digelar, APC mengadakan Technical Manager Meeting, yakni mengundang para pelatih untuk berkumpul guna memberikan arahan dan menyepakati perihal aturan pertandingan.

Sayangnya, dalam Technical Manager Meeting tersebut, Pelatih Judo Indonesia tidak terlalu memahami bahasa Inggris. Sehingga, ketika ada regulasi yang melarang para atlet judo untuk mengenakan hijab saat bertanding, ia tidak mengetahuinya. Tak ayal, ketika Miftahul Jannah yang mengenakan hijab akan bertanding, wasit enggan memberikan izin karena tidak sesuai dengan regulasi yang telah disepakati.

"Ini sebenarnya sangat sensitif. Pelatih judo sebenarnya tidak bisa berbahasa Inggris. Karena itu, ketika ada perintah dari APC tentang itu, dia mungkin sok tahu atau tidak mau minta tolong kepada orang lain terkait masalah itu. Regulasinya ya sebenarnya seperti itu, dilarang (berhijab) pada regulasinya,", ungkap Senny dalam konferensi pers, Senin (8/10/2018).

"Tapi, di sini saya minta maaf karena keteledoran NPC juga sebetulnya. Mudah-mudahan ini tidak akan terulang lagi di event-event selanjutnya, karena 2019 kan ada event di Filipina dan 2020 di Tokyo untuk paralimpiade. Oleh karena itu sekali lagi, saya di sini atas nama NPC, saya meminta maaf atas kejadian yang sangat memalukan dan sebenarnya sangat kita tidak harapan hal itu terjadi di Indonesia", lanjutnya. (Red)