|
find us on : 
Home > NASIONAL > IZI Alokasikan Dana Setengah Milliar Untuk Palu, Sulteng

IZI Alokasikan Dana Setengah Milliar Untuk Palu, Sulteng

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 02 Oktober 2018 | 17:52:50
dibaca | 2854 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) hingga hari kelima pasca bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah, telah mengalokasikan dananya sebesar Setengah miliar rupiah untuk tahap awal. Sejumlah posko bencana telah didirikan IZI dibeberapa titik.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, mengucapkan belasungkawa yang sedalam- dalamnya, banyak hal yang bisa kita lakukan "ini adalah momentum yang dapat membuktikan kepedulian kita, untuk membantu sesama," ungkap Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, usai melakukan teleconfrence kepada Perwakilan IZI Sulteng, di Kantor Pusat IZI Jakarta Selasa (2/10).

Menurut Wildhan, IZI sebagai lembaga pengelola zakat, memiliki kewajiban lebih melakukan langkah langkah yang bisa dilakukan sesuai dengan visi dan misinya, memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana alam," tambahnya.

Wildhan menjelaskan, sampai saat ini IZI sudah mendirikan beberapa posko bantuan bencana yakni sebagai posko utama yang juga sebagai kantor perwakilan IZI di Jalan Juanda 1 Nomor 1A Kecamatan Palu Timur, dan di Jalan Gelatik, SDIT Al Fahmi Kecamatan Palu Selatan, dan di Jalan Sungai Surumana, SDIT Bina Insan Kecamatan Palu Barat.

"Satu posko induk dan dua posko satelit. Nanti rencananya akan didirikan posko lagi hingga lima posko," ungkap Wildhan.

Selain itu lanjut Wildhan, IZI juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, terpal, peralatan mandi, air bersih dan pembalut, semua itu dibawa melalui jalur darat dari Makassar.

Saat ini bantuan kesehatanpun telah diterjunkan. IZI telah menerjunkan 18 orang tim IZI, yang dipimpin langsung oleh, Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana, yaitu lima relawan, lima orang tim medis Kedokteran Universitas Hasanuddin, tiga perawat khusus, tiga dokter spesialis bedah, serta satu perawat, diperkirakan relawan yang sudah ada disana berkusar 100 relawan," jelasnya.

Sementara, Kepala Perwakilan IZI Sulteng, Sabiin Lanta, menambahkan suasana saat ini masih banyak para korban yang tertimbun longgsoran tanah belum dapat di evakuasi.

Dari pantauan dilapangan, relawan berhasil meninjau, mengevakuasi dan mendata jumlah korban meninggal di daerah Petobo.

Diperkirakan masih ada sebanyak jiwa meninggal akibat longsoran tanah yang ditelan kedalam perut bumi sedalam 15 meter," ungkapnya.

Sabiin saat kejadian gempa berlangsung, dirinya nyaris tertimpa reruntuhan bangunan mesjid, saat hendak melaksanakan shalat Magrib.

"Sabiin selamat karena dia berlindung di balik salah satu tiang selasar masjid. Bahkan keluarga Sabiin juga sempat terjebak di dalam rumah yang roboh dan harus dievakuasi melalui jendela," tutup Wildhan