|
find us on : 
Home > PENDIDIKAN > Wisuda Ke - 63, Universitas Indraprasta PGRI Luluskan 1.315 Sarjana

Wisuda Ke - 63, Universitas Indraprasta PGRI Luluskan 1.315 Sarjana

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 24 September 2018 | 12:57:35
dibaca | 1945 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI kembali melaksanakan acara Wisuda bagi Mahasiswanya yaitu Wisuda yang ke 63 di periode semester gasal tahun Akademik 2017-2018 yang dilaksanakan di Gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada hari Sabtu (22/9/2018).

Seperti biasa acara wisuda ini diawali dengan dilaksanakannya Sidang Terbuka Senat Universitas yang dipimpin langsung Rektor Unindra sekaligus merangkap Senat Universitas, Prof. Dr. H. Sumaryoto.

Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto, dalam amanatnya memaparkan, Gelar wisuda diikuti oleh 1.315 wisudawan, terdiri atas lulusan program Strata Satu (S1) 1.155 wisudawan dan lulusan program Strata Dua (S2) 160 wisudawan.

Dari 1.315 Wisudawan, terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan & Pengetahuan Sosial (FIPPS) untuk Program Studi Bimbingan dan Konseling (S1) 87 orang, Program Studi Pendidikan Ekonomi (S1) 250 orang dan Program Studi Pendidikan Sejarah (S1) 15 orang.

Fakultas Teknik, Matematika & IPA (FTMIPA) untuk Program Studi Pendidikan Matematika (S1) 110 orang, Program Studi Pendidikan Biologi (S1) 30 orang dan Program Studi Pendidikan Fisika (S1) 11 orang.

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (S1) 137 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (S1) 61 orang, dan Program Studi Desain Komunikasi Visual (S1) 27 orang.

Fakultas Teknik Informatika dan Komputer (FTIK) Program Teknik Informatika (S1) 375 orang, Program Teknik Industri (S2) 40 orang dan Program Teknik Arsitektur (S1) 12 orang.

Fakultas Pascasarjana Magister Pendidikan Program Magister Pendidikan MIPA (S2) 55 orang, Program Magister Pendidikan IPS (S2) 35 orang, Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) 25 orang dan Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S2) 45 orang.

Lebih lajut Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, baru sepuluh hari yang lalu tepatnya 12 September 2018 telah dilakukan wisuda yang ke-62. Selama semester gasal Tahun Akademik 2017/2018 ini menjadwalkan lima kali wisuda.

Dengan jumlah mahasiswa yang lebih dari 36ribu memang wajar setiap lulus akademik rata rata 6ribu hingga 7ribu yang diluluskan sehingga tidak mungkin wisuda diadakan dua sampai tiga hari mengingat tempat dan kapasitas yang tersedia.

"Kami berusaha semaksimal mungkin konsisten dengan aturan-aturan yang berlaku terutama mengenai pelaporannya. Memang agak sedikit terlambat tapi Insya Allah kedepan untuk wisuda bulan Oktober dan November 2018 ini Kami akan semakin baik sesuai aturan yang berlaku terutama menuju PP Menristekdikti No. 61 Tahun 2016", ujarnya.

"Ucapan Alhamdulillah kami mulai semester gasal ini sudah mulai program untuk beasiswa dosen menuju studi lanjut program Doktor (S3) yang akan dikirim sebanyak 40 orang dosen dan selebihnya akan diurus beasiswa dari pemerintah", ungkap Sumaryoto.

Sekarang ini Unindra sedang mengadakan program studi lanjut, ada 117 dosen yang sedang S3. Ini akan berlanjut untuk tahun berikutnya karena kami telah memprogramkan beasiswa mandiri dari perguruan tinggi setiap tahunnya 45 orang.

"Kedepannya Unindra sedang terus memprioritaskan bagaimana senantiasa meningkatkan kualitas ataupun mutu pembelajaran yang pada akhirnya outcome lulusan akan semakin baik untuk lulusan yang menempuh pendidikan di Unindra", ungkapnya.

Menurutnya, Wisuda kali ini ada yang luar biasa karena ada satu lulusan magister (program S2) kebetulan adalah istri dari bapak Sekretaris Lembaga Latanan (LL) Dikti.

Selain meningkatkan kualitas mutu akademik dosen juga sarana prasarana terus dikembangkan sesuai anggaran yang tersedia kita juga sedang memproses IMB untuk dibangun dua unit gedung lagi.

Ucapan selamat atas nama lembaga menjadi sarjana dan magister yang tentunya menjadi standing out yang positif untuk terjun di masyarakat.

Dengan adanya revolusi industri 4.0 artinya mekanisasi akan berkembang pesat luar biasa, banyak tenaga manusia yang akan tergantikan komputer dan robot. Sekarang ini mulai terasa sudah mulai mengancam dan banyaknya para lulusan yang menganggur.

Para wisudawan tak perlu khawatir, di kampus saat studi sudah dibekali agama selama dua semester. Ini adalah kelebihan Unindra dibanding perguruan tinggi yang lain. Jadi Unindra memberikan materi pendidikan agama dua semester. Para mahasiswa sudah dibekali dengan masalah pedidikan akhlaq yang lebih matang dan berfikir lebih jernih.

"Kita ini adalah manusia biasa sebagai makhluq, ada yang Maha Kuasa, ada yang Maha Mengatur. Sesuai keyakinan kita apabila kita hidup mau berusaha, jujur, disiplin, dan iman kita juga benar Insya Allah tidak ada yang kelaparan, Itu adalah janji Tuhan", katanya.

Selain itu, tambahnya, apapun nanti pekerjaan dan profesi kita, kita tidak tahu. Semua hanya Allah yang mengatur. Allah juga berjajanji tidak akan membebani kita diluar kesanggupan. Artinya kalau ada manusia yang hidup selalu mengalami kesulitan pasti ada yang tidak betul, ada yang salah. Jadi prinsipnya sepanjang jadi umat beragama konsisten akan iman yang diyakini, perbuatan kita terutama sesuai yang di perintahkan, hidup kita tidak akan mengalami hal-hal yang buruk.

Prof. Dr. H. Sumaryoto menjelaskan, ada 3 (tiga) hal yang harus di cermati dalam kehidupan, pertama berbicara dari segi diri sendiri hal itu serahkan kepada Allah, kedua, biasakan memberikan lebih apa yang diminta, dan ketiga, berusaha memberikan kemudahan kepada urusan orang lain, maka Allah akan memberikan kemudahan kepada kita semua, pungkasnya.

3 prinsip itu pula yang Unindra lakukan selama ini. "Kami selalu memberikan kemudahan bagi para siswa dan lainnya, sehingga Allah selalu memberikan kemudahan pula kepada urusan kami. Dulu kami tidak punya apa-apa​ hingga sekarang punya apa-apa", jelas Sumaryoto.

Sementara itu, Kopertis Wilayah 3 Jakarta, Sekretaris Lembaga layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Drs H Samsuri menambahkan, Kementerian Riset Teknologi dan Dikti telah mengucurkan dana untuk beasiswa bagi siswa yang berprestasi sebanyak 1 milyar lebih dan memberikan rekomendasi pemberian beasiswa kepada siswa baik dari dalam Negeri maupun luar negeri.

"Nah, saat ini saya ingin menambahkan sedikit saja, tentu para siswa tidak mau menjadi pelengkap bagi masyarakat. Sekarang para pengusaha tidak menanyakan saudara gelar​ apa, malainkan saudara bisa apa. Oleh karena itu, saudara harus tetap terus belajar, sebagaimana pepatah mengatakan "Carilah Ilmu sampai ke Liang lahat", pungkasnya.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada seluruh pembina dari pihak PGRI, yayasan, juga pemerintah melalui Lembaga Layanan Dikti yang sudah tidak henti-hentinya memberikan arahan dan masukan kepada kami dan tentunya ini sebagi hal yang sangat mahal menjadi modal dan semangat kita kedepan yang lebih baik. (Bgs)