|
find us on : 
Home > NASIONAL > A4+1 Project Gelar IPPAS 2018

A4+1 Project Gelar IPPAS 2018

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 22 September 2018 | 18:49:34
dibaca | 892 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Sampai saat ini seni Printmaking and Paper Art di Indonesia kurang di minati dan dikenal oleh sebagian masyarakat luas dibandingkan seni Lukis, seni tari, dan seni-seni lainnya. Hal tersebut membuat para seniman Printmaking and Paper Art Indonesia beralih ke seni melukis.

Untuk mengantisipasi hal tersebut A4+1 Project menggelar even "IPPAS, Internasional Printmaking and Paper Art Show 2018".

"Even ini bertujuan untuk mengangkat para seniman - seniman Printmaking dan Paper Art Indonesia untuk dapat sejajar berkarya di dunia internasional, serta dapat memberikan edukasi untuk memperkenalkan dan membiasakan masyarakat melihat karya -karya seni cetak dan seni kertas".

Hal tersebut diungkapkan Wakil ketua A4+1 Project, Panitia IPPAS Nike Sungawinata dalam Pameran Internasional Printmaking and Paper Art Show 2018 di Plaza Indonesia Jakarta Sabtu (22/9/2018).

Nike menjelaskan, pameran yang diselenggarakan kali pertamanya ini, dibuka dari tanggal 17 sampai 23 September 2018. Pameran ini diikuti oleh 11 negara sahabat seperti Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Pakistan, Polandia, Israel, Francis, Italia, Piliphina, Australia, dan tentunya Indonesia," jelasnya.

A4+1 Project lanjut Nike, bertindak sebagai panitia pelaksana yang terbentuk sejak 2 tahun lalu, di bantu oleh Prof. Setiawan Sabana selaku guru besar Seni Grafis ITB.

"Awalnya kita hanya mau mengadakan kompetisi seni grafis, tetapi atas dasar saran dari Prof setiawan agar memasukan juga unsur seni kertasnya, karena seni gravis dan seni kertas sangat berhubungan sebagai karya - karya yang sejak dulu sudah ada di masyarakat di dunia seni," lanjutnya.

Selain di akademis, seni grafis sudah ada sejak jaman belanda, mereka membawa pengaruh - pengaruh yang ada didalam dunia seni. Namun seni ini tidak dikembangkan, dan tidak dianggap sebagai seni yang penting, sehingga biasanya mereka (pelajar) yang suah selesai sebagai seniman, mereka beralih ke lukis. Karena seni grafis kurang di akui," tuturnya.

Dalam kompetisi ini Indonesia terpilih sebagai juri. Indonesia dan Amerika terpilih sebagai seni Printmaking dan Paper Art terbaik. Hasil karya-karyanya juga ada dalam pameran ini.

Nike berharap, Pemerintah dapat lebih membuka peluang bagi seni Printmaking dan Paper Art di Indonesia, serta mengapresiasi seniman-seniman yang karya-karyanya ada di sekitar kita," pungkasnya.