|
find us on : 
Home > NASIONAL > Pemerintah Solid Tidak Harus Dijalankan Hanya Dengan Dukungan Dari Partainya

Pemerintah Solid Tidak Harus Dijalankan Hanya Dengan Dukungan Dari Partainya

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Januari 2014 | 18:52:16
dibaca | 8173 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Hayono Isman mengatakan " Pemerintahan solid tidak harus dijalankan dengan hanya satu dukungan dari partainya" ujarnya dalam acara Kuliah umum Hayono Isman bersama Soegeng Sarjadi Syndicate, di Jakarta Kamis ( 9/1/2014)

Hayono menjelaskan. Paling tidak Republik ini membutuhkan tiga hal, Pertama membangun ekonomi yang kuat ang berBasiskan SDM produktif, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi , dan dijalankan oleh para wirausahawan yang kreatif dan berani menghadapi resiko. Kedua, terbentuknya pemerintahan yang solid yaitu pemerintah yang ketika suatu kebijakan diambil, seluruh elemen pemerintah dari presiden, menteri sampai jajaran pemerintah di daerah mendukung dan bersinergi mengimplementasikannya. Ketiga, yang penting bagi Bangsa ini adalah dibangkitkannya kembali hidup bergotong-royong sebagai sikap hidup berbangsa. jelasnya

Lebih lanjut Hayono mengatakan, Sering sekali terjadi beda pendapat diantara anggota kabinet atau di jajaran pemerintahan daerah, seperti kasus impor berbagai bahan kebutuhan pokok yang memunculkan keprihatinan, karena terkesan dilakukan tanpa perhitungan yang matang dan terjadi lepas koordinasi.di sini terlihat pemerintahan tidak solid, karena menjalankan kebijakan tidak kompak, ucapnya

Menurut dia (Hayono Isman) Di era demokrasi ini sulit menghindar dari keharusan membentuk koalisi, kecuali jika memenangkan pemilu legislatif secara mayoritas, pemerintahan koalisi tetap bisa menjalankan pemerintahan yang solid. " Keliru jika pemerintah koalisi merupakan pemerintahan yang lunak, yang gampang kompromistis dengan kepentingan sempit anggota koalisi." Tuturnya

" Ini tergantung bagaimana pemimpin mengelola demokrasi."

Hayono menambahkan, konsep gotongiroyong pada tataran praktek demokrasi bisa berbentuk partisipasi publik, sehingga demokrasi yang dijalankan ini merupakan motor gerak proses pembangunan yang sinergis dan partisipatif, tambahnya

Bangsa ini memerlukan kepemimpinan yang inklusif dan mampu menggerakkan kekuatan bersama. Dengan kepemimpinan seperti ini indonesia akan maju dan kokoh, pungkasnya (yudi/Red)