|
find us on : 
Home > NASIONAL > Diduga Ada Aktor Intelek Dalam Kasus OTT Bupati Muratara, Sisco Akan Lapor Mabes Polri

Diduga Ada Aktor Intelek Dalam Kasus OTT Bupati Muratara, Sisco Akan Lapor Mabes Polri

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 10 September 2018 | 21:46:54
dibaca | 15319 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kuasa Hukum Franco Nero Sisco, Irwan SH mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan dugaan adanya aktor intelektual dibalik Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Kabupaten Muratara, Ardiansyah, ke Mabes POLRI.

Irwan SH mengatakan bahwa, Pasalnya hal tersebut dilakukan, karena diduga telah terjadi adanya rekayasa dalam kasus tersebut.

"Dari hasil laporan yang kami terima dari klien kami, yang jelas kasus ini ada dugaan rekayasa, terhadap Sisco yang dilakukan oleh petinggi petinggi pejabat Muratara. Terkait hal itu, Kami akan mengambil tindakan upaya hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mabes POLRI", ujarnya dalam siaran persnya di bilangan Jakarta Pusat Senin (10/9/2018).

Menurut Irwan SH, kliennya (Sisco) telah mempunyai bukti -bukti yang cukup kuat, terkait masalah ini, berupa rekaman-rekaman pembicaraan para pejabat yang terlibat dalam rapat rapat sebelumnya. Bahkan kliennya juga mempunyai bukti rekaman tentang apa yang telah di iming-imingkan sejumlah proyek dari rekaman pembicaraan tersebut.

"Mabes Polri merupakan pilihan laporan yang tepat, dirinya kawatir apabila kasus ini dilaporkan ke Polda Sumsel, karena disitu yang melakukan penangkapan. Jadi artinya kita khawatir. Makanya kita akan upayakan lapor ke Mabes POLRI", ucapnya.

Sementara itu, Franco Nero Sisco menambahkan bahwa selain lapor ke Mabes Polri, sebelumnya dirinya sudah berkoordinasi dengan Kompolnas dan LPSK dalam dugaan kasus Rekayasa OTT Kabupaten Muratara ini.

Dikatakannya kasus ini dibilang cukup unik, dimana posisi pelaku, pelapor dalam persoalan itu. "Saya yang melaporkan, saya yang memberikan informasi tetapi saya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam persoalan ini", katanya.

Sisco menegaskan, dirinya akan blak-blakan, buka-bukaan agar persoalan ini menjadi terang benderang, menurutnya dirinya selaku pelapor sudah dikorbankan dalam masalah ini. "Kita akan buka-bukaan saja agar masalah ini menjadi terang", tegasnya.

Sisco mengugkapkan dirinya telah dijanjikan dalam persoalan ini apabila berhasil akan mendapatkan proyek senilai 20 Milyar. Dan berhasil atau tidak berhasil seluruh biaya operasional keluarga, semua akan dipenuhi, bahkan dirinya juga dijanjikan tidak akan ditetapkan sebagai tersangka, karena kasus ini bukan kasus korupsi, ungkapnya.

Sisco mengaku bahwa kalau iming-iming itu tidak disertai dengan bukti yang kuat. Melainkan hanya lisan saja. Dan atas dasar saling percaya saja.

Namun diyakininya karena sering bertemu dibeberapa tempat, Franco mempunyai beberapa alat bukti seperti rekaman pembicaraan dengan pejabat tersebut, bahwa ada pembicaraan juga tentang dari mana sumber dana itu.

Sisco menduga kasus ini ada yang ingin menggulingkan pemerintahan daerah Muratara. "Disini (dipersidangan) nanti, kita akan blak-blakan, kita buka siapa dalangnya. Uang dari mana, dan siapa saja aktor dibelakang kasus ini", jelasnya.

Sisco berharap agar kasus ini dapat lebih terang benderang, jelas dan dapat ditegakkan.

Sisco meyakini kalau kasus ini tidak dibuka, maka publik akan mengira bahwa Bupati Muratara benar benar terlibat, paparnya. (Red)