|
find us on : 
Home > MELITER > Idul Qurban di Masjid Baitulrahman Markas Kohanudnas

Idul Qurban di Masjid Baitulrahman Markas Kohanudnas

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 24 Agustus 2018 | 01:04:01
dibaca | 1738 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, S.E, yang diwakili Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, MM., beserta pejabat, anggota serta masyarakat muslim dan muslimah komplek skadron Lanud Halim Perdanakusuma melaksanakan sholat id pada Hari Raya Idul Adha 2018 di Masjid Baitulrahman, Markas Kohanudnas Jakarta, Rabu (22/8). Sholat Id dilaksanakan dalam dua rakaat dengan imam dan khotib Ustadz K.H. Syamsudin.

Mayor Lek Jadi Pristiwanto selaku Ketua Panitia menyatakan pada tahun ini Masjid Baitulrahman berhasil mengumpulkan 5 ekor sapi dan 30 ekor kambing dari warga sebagai hewan kurban untuk dikemas dalam 900 kantong.

Sedangkan Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., dalam sambutannya yang dibacakan Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, MM., menyampaikan melalui tema peringatan Idul Adha "Dengan hikmah Idul Adha 1439 H/2018 M kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan guna membentuk prajurit profesional, rela berkorban dan manunggal dengan rakyat", diharapkan prajurit TNI, Aparatur Sipil Negara dan keluarga besarnya mampu mewujudkan semangat berkorban, solidaritas sosial dan kepedulian sosial dalam tugas dan lingkungannya.

Ustadz K.H. Syamsudin, selaku khotib menyampaikan dalam sejarahnya Nabi Ibrahim Alaihis Salam oleh umatnya digelari Kholilulloh karena sifat pemurahnya. Dalam setahun, Nabi Ibrahim biasa berkorban karena Allah Subhana Wataala berupa 1000 domba, 300 lembu dan 100 unta.

Banyak orang yang kagum, juga malaikat karena sifat pemurahnya. Suatu saat, Nabi Ibrahim pernah berujar/nadzar kalau diberi anak laki-laki dan disuruh berkurban, ia akan laksanakan.

Seiring berjalannya waktu, pada suatu malam tarwiyah di Bulan Dhulhizah saat Nabi Ibrahim sudah lupa akan nadzarnya Allah Subhana Wataala menagih nadzar Nabi Ibrahim melalui mimpi untuk menyembelih Ismail sebagai anak laki-lakinya. Paginya Nabi Ibrahim bimbang akan mimpi tersebut.

Pada malam berikutnya mimpi tersebut berulang dan diyakini merupakan perintah dari Allah Subhana Wataala. Untuk itu pada hari ketiga disampaikannya mimpi tersebut kepada Ismail. Dengan penuh keimanan Ismail mendorong ayahnya untuk melaksanakan perintah penyembelihan pada dirinya.

Selanjutnya Allah Subhana Wataala menerima kurban Nabi Ibrahim dengan mengganti Ismail dengan domba saat akan disembelih. Sejarah tersebut menjadi dasar pelaksanaan kurban bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia pada Hari Raya Idul Adha, dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang dipersyaratkan agama.

Usai sholat id, bertempat di halaman belakang Masjid Baitulrohman diadakan penyembelihan hewan kurban yang berjalan dengan lancar. Seluruh hewan kurban disembelih dan setelah selesai dikemas oleh panitia, dagingnya didistribusikan kepada warga serta pihak-pihak yang berhak menerimanya. (Bgs)

BERITA TERKAIT :