|
find us on : 
Home > NASIONAL > Kenaikan LPG 12 Kg Memukul Daya Konsumsi Publik

Kenaikan LPG 12 Kg Memukul Daya Konsumsi Publik

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 04 Januari 2014 | 11:39:49
dibaca | 8713 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kenaikan LPG 12 Kg di awal tahun menunjukan pola kebijakan yang tak sinergis antara Pemerintah sebagai regulator dengan PT Pertamina (persero) sebagai operator.

Kerugian PT Pertamina yang terjadi selama ini di sektor LPG 12 Kg bukan hanya sekedar adanya kenaikan biaya gas di sektor hulu, melemahnya kurs rupiah dan kinerja korporasi, namun juga karena tata niaga yang tidak efisien selama ini dari LPG 12 Kg.

Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar berpendapat bahwa kenaikan LPG 12 Kg telah memukul daya konsumsi publik.

" Kenaikan LPG 12 Kg langsung bedampak pada kenaikan bahan pangan olahan dan biaya produksi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) rata-rata sebesar lebih 40 persen , " katanya di Jakarta, Sabtu (4/1).

PT Pertamina (Persero) per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen. Dengan kenaikan Rp 3.959 per kg tersebut, maka kenaikan harga per tabung elpiji 12 kg mencapai Rp 47.508.

Sebelum kenaikan, harga elpiji 12 kg adalah Rp 5.850 per kg atau Rp 70.200 per kg, yang berlaku sejak 2009. Dengan demikian, harga elpiji 12 kg akan menjadi Rp 117.708 per tabung.

" Dalam realitasnya kenaikan harga LPG 12 Kg menyentuh harga Rp 120 150 ribu di tingkat pengecer, selain itu secara faktual telah menyebabkan adanya migrasi konsumsi dari pelanggan LPG 12 Kg kepada
tabung melon 3 Kg , " tukas Rofi.

Rofi menjelaskan, PT Pertamina sejak awal tahun 2012 telah mewacanakan terkait perlunya kenaikan LPG 12 Kg karena secara korporasi terus mengalami kerugian sebesar hampir Rp 5 triliun per tahun.

Ironisnya di perjalanan waktu yang sama optimalisasi distribusi dan tata niaga yang dilakukan oleh Pertamina belum maksimal dilakukan, hal ini bisa terlihat dari sering terjadi kelangkaan dan mahalnya harga jual ke konsumen LPG 12 Kg maupun 3 Kg. (SS)