|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > Pendapat Sofyan Zakaria Tentang Kenaikan Harga Elpiji Oleh Pertamina

Pendapat Sofyan Zakaria Tentang Kenaikan Harga Elpiji Oleh Pertamina

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 03 Januari 2014 | 01:24:49
dibaca | 9865 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Dengan penaikan harga elpiji 12kg sekitar Rp.50.000/tabung sebagaimana yang telah diumumkan Pertamina ke publik pada 1 januari 2014, menurut perhitungan saya , Pertamina tetap masih terus mensubsidi pengguna elpiji 12kg (gol menengah keatas/Usaha kelas atas) sebesar Rp.2 Triliun/ thn.

Walau Pertamina telah menaikan Harga jual elpiji 12kg, harga jual pertamina juga masih dibawah harga jual elpiji non subsidi produksi pihak badan usaha swasta nasional lainnya, seperti Blue Gas atau Go Gas dan lain lain yg telah lama menjual dengan harga keekonomian. Dan ini ternyata tidak dipermasalahkan oleh Pemerintah dan pihak pihak lain.

Naiknya harga elpiji sekitar Rp.50.000/tabung atau kurang lebih seharga 3 bungkus rokok, juga , saya yakini, tidak akan berdampak terhadap inflasi. Apalagi jika diingat bahwa penggunaan elpiji sebagai alat memasak pada rumah tangga sangatlah terukur.

Laporan hasil pmeriksaan BPK no 29/S/IX-XX.1/02/2013 Tgl.05 Februari 2013 bahwa untuk tahun 2011 sampai dengan oktober 2012 menyatakan bahwa Pertamina rugi pada penjualan elpiji 12kg sebesar Rp.7,73 Triliun. Dan itu dianggap penyebab kerugian negara.

Tetapi aneh nya , kenapa Pemerintah diam tidak menyikapi dengan tindakan yang pasti menyikapi temuan BPK tersebut ? Kenapa Kejagung dan atau pihak DPR RI juga ikutan diam .

Jika pemerintah ikut campur atau melarang pertamina menaikan harga elpiji 12kg maka harusnya Pemerintah terlebuh dahulu me revisi peraturan menteri esdm 26/2009 yang jelas- jelas dalam Peraturan tersebut penentuan harga jual elpiji non subsidi adalah "domain" badan usaha. Dan jika Pemerintah menggunakan UU 22 tahun 2001 (UU Migas) untuk mengatur harga elpiji non subsidi maka konsekuensinya Pemerintah harus "mensubsidi" Pertamina ketika Pertamina menjual elpiji 12kg dibawah harga keekonomian yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Dengan naiknya harga elpiji 12 kg bukan tidak mungkin elpiji 3kg akan "merembes" ke pengguna elpiji 12kg. Namun hal ini tidak akan terjadi jika distribusi elpiji 3kg dilakukan secara tertutup sebagaimana di persyaratkan dalam peraturan menteri esdm nomor 26 Tahun 2009. ttd sofyano zakaria