|
find us on : 
Home > EKONOMI > #NaikLevel, Kreditcepat Telah Resmi Terdaftar Di OJK

#NaikLevel, Kreditcepat Telah Resmi Terdaftar Di OJK

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 24 Juli 2018 | 20:12:29
dibaca | 4015 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - JAKARTA - Setelah menjalani proses yang cukup panjang, butuh waktu 5-6 bulan, akhirnya Kreditcepat naik level dengan telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juni lalu.

Kreditcepat dari PT. Alfa Finance Indonesia merupakan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang memberikan akses kepada peminjam dengan pendana dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka secara digital.

Hal ini dikenal dengan istilah fintech (financial technology) yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena mempunyai pertumbuhan yang signifikan di Indonesia.

"Terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada Kreditcepat. Status ini tentunya akan menambah kepercayaan masyarakat kepada kami secara keseluruhan. Kami akan senantiasa patuh kepada hukum di Indonesia dan tentunya memberikan layanan terbaik kami di sini," ujar co-founder Alfa Fintech SIA, Ingars Zagorskis saat ditemui di media gathering yang diadakan di Fintech Space by Union Space, di mana Kreditcepat merupakan fintech company pertama yang mengadakan event di Fintech Space ini.

Menurut pria asal Latvia, ini dengan mengaplikasikan bisnis model peer to peer lending (P2P lending) yang diadopsi dari Eropa, yang diterapkan dan disesuaikan di Indonesia, Kreditcepat sadar bahwa kepercayaan dan keuntungan bersama menjadi basis dari kerjasama ekonomi kecil tersebut.

Layanan yang mempertemukan pendana dan peminjam ini memungkinkan pendana melakukan pendanaan yang berkualitas, dan peminjam mendapatkan solusi keuangan yang cepat.

"Mudah diakses, pelayanan yang cepat, proses yang tidak rumit, memberikan nilai-nilai kuat bagi masyarakat. Nilai-nilai ini juga yang diusung oleh Kreditcepat dalam memberikan pelayanannya," imbuhnya.

Perwakilan dari Alfa Fintech SIA untuk Indonesia, Janis Rubins menjelaskan, tujuan utama di tahun 2018 ini adalah untuk menghidupkan brand name Kreditcepat, yang berarti mendanai klien dalam 15 menit dalam proses pengajuannya. Bahkan, satu menit untuk klien setia.

Lebih dari pada itu, Kreditcepat percaya bahwa kini siapapun bisa berkontribusi secara ekonomi, saling mendukung pertumbuhan antara pemberi dan penerima.

"Sehingga, kami pun mempunyai tekad untuk memberi kembali kepada masyarakat dengan melaksanakan sosialisasi dan edukasi mengenai fintech, P2P Lending khususnya," ucapnya.

Sementara Direktur Utama PT. Alfa Finance Indonesia, Adinda Artemissia menerangkan #Naik Level tentang Kreditcepat yang berkembang, tumbuh lebih baik dan lebih baik lagi.

Dengan bisnis model P2P Lending, kata Adinda, produk dan layanan diandalkan, kecepatan dalam pelayanan tepat waktunya sesuai kebutuhan klien dan prinsip-prinsip dasar peminjaman dapat dipercaya.

Adinda Artemessia mengatakan pembiayaan fintech ditargetkan sekitar empat sampai lima kali dari modal berkisar USD7 Juta atau ditargetkan mencapai USD24 juta hingga USD30 juta. Kreditcepat saat ini merupakan generasi kedua, ada beberapa perubahan seperti alamat dan logo dari Kreditcepat.id menjadi Kreditcepat.co.id.

Untuk melakukan peminjaman, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi yaitu slip gaji dan E-KTP. Ketika syarat terpenuhi, dana dapat langsung ditransfer ke rekening bank yang sudah didaftarkan. Kelebihan lainnya adalah semua biaya yang diperlukan untuk proses pinjaman tersebut akan dijabarkan dengan sangat detail dan transparan.

"Sejak kreditcepat resmi terdaftar di OJK, ada 3.000 member yang tersebar di seluruh Indonesia. Terbesar di pulau Jawa, detilnya di Jabodetabek yang terbesar. Kebanyakan merupakan member usia muda yang berumur 20 hingga 35 tahun dan baru bekerja pada sebuah perusahaan," jelas Adinda Artemessia.

Menurutnya, konsumen yang terdaftar saat ini masih tergolong lancar, tidak ada kredit macet. Namun ada sekitar 1 persen dari total member yang minta memperpanjang waktu pengembalian. Sedangkan apabila ada member yang mendekati jatuh tempo pembayaran, pihaknya memiliki sistem dengan beberapa peringatan melalui SMS maupun melalui telepon.

Dalam memberikan kredit, perusahaan mengadopsi sistem skor dari Eropa. Secara skoring sudah mendetil dan presisi hanya saja kredit macet bisa datang dari berbagai faktor lain.

"Saat ini penagihan tidak menggunakan pihak luar, semua dari dalam sehingga kami berusaha santun kepada member. Kalaupun menggunakan outsourcing ada cara-cara yang harus dijelaskan secara rinci," jelas Adinda.

Adinda juga menambahkan, untuk mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, Kreditcepat akan aktif memberikan sosialisasi dan edukasi fintech khususnya P2P Lending secara nasional.

"Sosialisasi dan edukasi ini dilakukan 12 kali dalam setahun, 6 kali sosialisasi dan edukasi dilaksanakan di luar Pulau Jawa," katanya.

Hal ini dilakukan Kreditcepat karena dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perkembangan finasial digital akan menghasilkan masyarakat ekonomi yang giat dan bertanggung jawab.

"Melalui layanan yang disediakan oleh Kreditcepat, masyarakat dapat secara langsung berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Di samping itu, Kreditcepat juga mengadakan program CSR untuk memajukan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.(end)