|
find us on : 
Home > NASIONAL > Kantor Akuntan Publik Membentuk Jaringan OAI Prima Net

Kantor Akuntan Publik Membentuk Jaringan OAI Prima Net

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 24 Desember 2013 | 22:06:26
dibaca | 15706 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - 13 Kantor Akuntan Publik (KAP) di Indonesia memutuskan untuk menggabungkan diri menjalin kerjasama dalam satu ikatan yang bernaung dalam Organisasi Audit Indonesia (OAI) Prima Net. Kerjasama OAI Prima Net ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan KAP dalam melayani jasa audit untuk kliennya.

Upaya ini juga bagian dari kesiapan praktisi auditor di Indonesia menyambut persaingan jasa Asean Economic Community (AEC) pada 2015 nanti, dan persiapan memasukan pasar global akuntan publik Indonesia.

Dengan tergabungnya KAP dalam OAI Prima Net ini, KAP yang tergabung dengan sendirinya memilliki jaringan pasar dan kompetensi yang lebih luas, baik untuk menangani penugasan dari klien besar hingga peningkatan kualitas dan kompetensi SDM tersedia dalam jaringan ini.

Ketua OAI Prima Net, TB Amachi Zamdjani dalam sambutannya peluncuran OAI Prima Net di Hotel JW Marriot Jakarta, mengatakan bentuk kerjasama ini untuk menangani bisnis KAP seperti melakukan penugasan audit laporan keuangan untuk auditee besar yang.

Yang sebelumnya, menurut Amachi, banyak dilakukan KAP besar yang tergabung dalam big four. Dengan terbentuk dan terbangun 13 KAP dalam satu jaringan OAI Prima Net ini, penugasan besar dari klien besar bisa di tangani.

" Pembentukan OAI ini amanah dari UU No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik , " terang Amachi.

Amachi menambahkan dengan bergabungnya 13 KAP dalam OAI Prima Net ini, kapasitas dan kemampuannya menjadi lebih besar. Sebab, OAI Prima Net ini didukung oleh 36 Patner Akuntan Publik dan 150 auditor handal.

Cakupan jaringan operasional OAI Prima Net ini tidak hanya di Jakarta, sampai Medan, Surabaya, Bali, Kalimantan, Sualwesi bahkan Papu.

Setelah terbentuk, Jaringan OAI Prima Net ini akan segera menyatukan gerak langkah seperti menyusun Standar Pengendalian Mutu (SPM) bersama, SPM itu bakal di aplikasikan untuk seluruh jaringan di 13 KAP.

Tak ketinggalan, Jaringan ini akan menyusun teknik dan metode audit, pengembangan kompetensi auditor, dan tool pemasaran jasa audit bersama, tambah Amachi menyakinkan. (SS)