|
find us on : 
Home > PENDIDIKAN > Atasi Tantangan Keamanan Global, Unhan Kembali Gelar Seminar IIDSS 2018

Atasi Tantangan Keamanan Global, Unhan Kembali Gelar Seminar IIDSS 2018

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 11 Juli 2018 | 23:19:34
dibaca | 4105 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Universitas Pertahanan (Unhan) kembali menggelar seminar internasional Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018, dengan tema "Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges".

Seminar IIDSS yang kedua kalinya ini berlangsung tanggal 11 dan 12 Juli 2018 dan akan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. bertempat di Grand Mercure, Jakarta, Kamis (11/7).

Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A., menyampaikan bahwa IIDSS merupakan seminar Internasional yang diadakan dalam rangka mengatasi tantangan keamanan global ditinjau dari perspektif diplomasi pertahanan. Seminar IIDSS juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan.

Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, ST., M,Sc., DESD sebagai Ketua IIDSS menjelaskan, seminar ini bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran baru dari para ilmuwan, dan di dalam pelaksanaannya mencermati tatanan global sebagai alternatif pengelolaan tatanan yang lebih adil guna menjamin keamanan dan kesejahteraan global.

Ada 3 (tiga) sasaran seminar IIDSS kali ini, yakni sukses akademik, sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan, berfokus pada pencapaian pengakuan ilmu pertahanan sebagai disiplin ilmu setara dengan rumpun ilmu lainnya secara nasional dan internasional sekaligus diakuinya kemampuan Unhan dalam menyelenggarakan event internasional yang memiliki standar tinggi.

Dalam seminar tersebut, terdapat 24 orang pembicara yang terdiri dari 14 pakar dari luar negeri, 3 dari organisasi internasional dan 7 dari Indonesia.

Selain itu, Pembicara luar negeri berjumlah 2 orang dari Amerika Serikat, 2 dari Rusia, 2 dari Inggris, 1 dari Australia, 1 dari India, 1 dari Jepang, 1 dari Cina, 1 dari Bulgaria, 1 dari Bangladesh, 1 dari Filipina, 1 dari Malaysia, 1 dari IAEA, 1 dari ASEAN, dan 1 dari IORA.

Sedangkan jumlah moderator 6 orang dosen Unhan dari berbagai program studi dari Fakultas Strategi Pertahanan (FSP), Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP), Fakultas Keamanan Nasional (FKN) dan Fakultas Teknologi Pertahanan (FTP).

Dari tema di atas, maka jumlah topik seminar ada 6 dengan komposisi pembahasan yaitu 12 dari perspektif Defense Studies dan 12 dari perspektif Defense Technologies sesuai basis pengembangan ilmu pertahanan.

Topik seminar hari pertama, Rabu, 11 Juli 2018 adalah; 1) Weapons of Mass Destruction (WMD): Global Diplomacy on Non-Proliferation of WMD; 2) Cracking Down Transnational Organized Crimes (TOC) in the ASEAN Region; dan, 3) Energy and Natural Resources: Promoting Sustainable Resources Development.

Sedangkan topik seminar hari kedua, Kamis, 12 Juli 2018 adalah; 1) Terrorism and Separatism Challenges; 2) Humanitarian Assistance and Disaster Relief - Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief; dan, 3) Media and Information Warfare.

Sementara itu, Hasil seminar akan dirangkum ke dalam Proceeding terakreditasi nasional dan/atau bereputasi internasional sebagai masukan kepada pemerintah RI dan kontribusi untuk masyarakat dunia.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua IIDSS 2018 bahwa Universitas Pertahanan dari negara lain yang hadir adalah dari Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Dari Thailand hadir sebagai universitas yang berafiliasi bidang pertahanan dan dari Vietnam hadir sebagai lembaga pendidikan di bawah koordinasi Kemenhan Vietnam (setingkat Lemhannas RI) serta dari universitas seluruh Indonesia, sejumlah 24 universitas antara lain dari UI, ITB, IPB, UGM dll.

Total peserta seminar internasional ini diikuti oleh lebih dari 1.000 orang peserta, terdiri dari perwakilan seluruh kedutaan dan konsulat negara lain serta organisasi internasional yang bermarkas di Jakarta.

Seminar juga dihadiri oleh Atase Pertahanan negara sahabat, seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dengan aspek pertahanan, Mabes TNI, Mabes ketiga Angkatan dan Mabes Polri. Selain itu juga dihadiri oleh lembaga pendidikan TNI, Polri dan Pusdiklat dari beberapa kementerian, serta beberapa lembaga think tank.

Media massa juga turut hadir dalam seminar internasional ini, baik media dari dalam negeri dan luar negeri terdiri dari media cetak, media elektronik dan media online, termasuk VOA, juga dimeriahkan oleh BUMNIS yang membuka 5 booth untuk mengenalkan BUMNIS kepada peserta yang hadir seminar. (Bgs)