|
find us on : 
Home > MELITER > Pangdam Jaya Lanjutkan Safari Ramadhan Ke Universitas Indonesia

Pangdam Jaya Lanjutkan Safari Ramadhan Ke Universitas Indonesia

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 10 Juni 2018 | 03:39:22
dibaca | 703 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto kembali melanjutkan Safari Silaturahmi di Bulan Ramadhan 1439 H, dalam rangka menjalin silaturahmi dan bersinergi dengan berbagai kalangan di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.

Kali ini, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto didampingi oleh Asintel Kolonel Inf Zainul Bahar, Aster Kolonel Inf Jacky Ariestanto, Aspers Kolonel Inf Triwahyu Mutaqin, Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi dan Dandim 0508/Depok Letkol Inf RM Iskandarmanto, mengunjungi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Jumat (8/6/18).

Tiba di kawasan Kampus UI sekira pukul 09.15 WIB, Pangdam Jaya dan rombongan disambut langsung oleh Rektor UI Profesor Muhammad Anis dan langsung menuju Aula Utama Universitas Indonesia. Usai menerangkan secara singkat sejarah UI, ia juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami oleh UI, diantaranya sampah dan pendangkalan Danau UI.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Anis juga memuji terobosan kreatif Pangdam Jaya di bidang pendidikan, khususnya pembelajaran Bahasa Inggris yang akan diluncurkan bulan Juli.

"Kami sangat mengapresiasi upaya Pangdam yang akan mengadakan acara debat menggunakan Bahasa Inggris bagi para mahasiswa dan pelajar. Dalam debat tersebut diharapkan para mahasiswa dan pelajar akan lebih giat lagi belajar dan berlatih menguasai Bahasa Inggris," puji Anis.

Sementara itu, Pangdam Jaya mengatakan bahwa berbagai permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan silaturahmi, dimana bisa berbagi pengalaman dan ilmu, sehingga bisa berbagi kelebihan dan saling mengisi kekurangan yang ada.

"Mengenai Bahasa Inggris, Kodam Jaya juga mengadakan kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak usia mahasiswa dan pelajar yang tidak bisa sekolah atau kuliah. Selain itu, perlu diperhatikan pula peluang memberikan beasiswa bagi mahasiswa, guna memenuhi kekurangan tenaga dokter dan guru di perbatasan," papar Pangdam. (Bgs)