|
find us on : 
Home > NASIONAL > Peringatan 73 Tahun Pancasila Dimeriahkan Pameran "Tjamkan Pantja Sila"

Peringatan 73 Tahun Pancasila Dimeriahkan Pameran "Tjamkan Pantja Sila"

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 07 Juni 2018 | 22:08:30
dibaca | 505 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Surabaya - Arsip Nasional Repubilk Indonesia (ANRI) dan PT Pos Indonesia menggelar pameran "Tjamkan Pantja Sila" di Gedung PT Pos Indonesia, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan juga disertai dengan pembagian Prangko Bung Karno di Sidang BPUPK.

"Kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini, membuktikan bahwa jikalau tidak di atas dasar Pancasila, kita terpecah belah".
Euis Rita Hartati / ERH Kamis, 7 Juni 2018 | 15:08 WIB
Jakarta - Arsip Nasional Repubilk Indonesia (ANRI) dan PT Pos Indonesia menggelar pameran "Tjamkan Pantja Sila" di Gedung PT Pos Indonesia, Surabaya, Jawa Timur. Pameran yang dibuka Kepala ANRI ini juga disertai dengan pembagian Prangko Bung Karno di Sidang BPUPK, Prangko Tulisan Tangan Bung Karno "Tjamkan Pantja Sila" dan Sampul Peringatan 73 Tahun Lahirnya Pancasila.

Menurut siaran pers yang diterima Kamis (7/6), Direktur Keuangan dan Umum PT Pos Indonesia Edi Santosa mengatakan bahwa PT Pos Indonesia turut menjaga kesatuan dan persatuan NKRI, dengan hadirnya kantor di seluruh Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. "Kantor Pos ada sebagai bentuk eksistensi keberadaan negeri kita, Indonesia," tegasnya.

Sementara itu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya tidak ingin menghapal Pancasila, tapi ingin menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Apalagi sejak kejadian bom kemarin, Surabaya langsung menjadi sepi. Hal tersebut akibat dari terorisme yang memunculkan sikap bermusuhan dan nihilnya nilai Persatuan Indonesia dalam Pancasila.

"Saya berusaha kalau ada bencana apapun di luar daerah, kami warga Surabaya ingin selalu menjadi yang pertama dalam mengirim bantuan. Selama ini kami dibantu oleh PT Pos Indonesia dalam pengiriman bantuan ini," paparnya.
Perwakilan Komunitas Jas Merah Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Pancasila selain Dasar Negara juga merupakan alat pemersatu. "Kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini, membuktikan bahwa jikalau tidak di atas dasar Pancasila, kita terpecah belah. Pancasila adalah alat pemersatu rakyat Indonesia yang aneka warna ini," paparnya.