|
find us on : 
Home > GAYA HIDUP > Invansi Budaya Asing Gusur Kesenian Tradisional

Invansi Budaya Asing Gusur Kesenian Tradisional

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 13 Desember 2013 | 21:07:10
dibaca | 11377 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Pada masa kini, anak-anak dan kalangan dewasa di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia lagi menggandrungi berbagai pertunjungan musik bangsa asing. Kita tidak perlu lagi ke luar negeri untuk bisa menyaksikan musisi top dunia dari manca negara unjuk kebolehan mereka.

Fenomena ini telah menjadi trend, dan tanpa kita sadari memposisikan kesenian Indonesia lambat laun menjadi terpinggirkan di negeri sendiri. Dampaknya ternyata berpengaruh langsung pada sikap dan tingkah laku putra-putri kita.

Dulu, anak-anak dapat belajar dari berbagai ragam kesenian tradisional tanah air; baik ragam tari yang diiringin vokal, lagu tradisonal, atau pertunjukan drama, yang semua selalu di dalamnya terkandung pesan-pesan moral, ajakan untuk berbuat kebaikan, dan berbagai petuah atau nasihat.

Kini dengan invansi budaya asing yang terjadi di tanah air, kita harus mengimbangi fenomena ini, dengan mengajak berbagai pihak, untuk berupaya membekali anak-anak Indonesia dengan berbagai ilmu tentang kesenian dan kebudayaan Indonesia.

Menyikapi hal ini, Pinisi Edutainment Park sebagai taman bermain dan belajar anak-anak yang memfokuskan pada seni dan budaya, dalam rangka Hari Nusantara yang diperingati pada setiap 13 Desember, mengadakan talk show yang berjudul Mengakrabkan Seni dan Budaya Indonesia Dalam Keseharian Aktivitas Anak. Acara ini diselenggarakan di Teater Pinisi Edutainment Park, gedung Pasaraya Blok M lantai 9 pada 12 Desember 2013, pukul 14:00 - 16:00 WIB.

Pada kesempatan tersebut, hadir Dr. Seto Mulyadi, psikolog, pakar pendidikan dan pemerhati anak Indonesia dan Rr.Listriana Dewi Wirja, pemerhati musik anak Indonesia yang terlibat aktif dalam diskusi tentang topik ini.

Pada kesempatan tersebut Kak Seto menjelaskan, sebagai orangtua kita harus maksimal menggali potensi putra-putri kita yang berminat dalam keseniaan; menari, menyanyi, atau bermain alat musik. Apalagi bila mereka tertarik pada kesenian tradisional. Namun jangan sampai minat dan hobi ini kemudian didahulukan, dan kewajiban belajar malah dinomor duakan, semua harus berjalan selaras dan berimbang.

" Saat ini tidak mudah mencari tempat di mana anak-anak bisa belajar secara instant berbagai kesenian dan budaya Indonesia secara simultan. Dengan datang ke Pinisi, orangtua dapat mengajak anak-anak bermain, sambil menggali potensi minat dan bakat anak, sekaligus memperkenalkan ragam seni dan budaya Indonesia , " imbuh Ari Kartika, direktur Pinisi Edutainment Park menjelaskan. (SS)