|
find us on : 
Home > EKONOMI > Megawati : Melalui Riset Yang Kuat Indonesia Diharapkan Menjadi Negara Industri.

Megawati : Melalui Riset Yang Kuat Indonesia Diharapkan Menjadi Negara Industri.

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Mei 2018 | 15:01:04
dibaca | 5185 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Sudah sepantasnya Indonesia memiki Badan Riset Nasional demi kemajuan Industri dalam negeri. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) merupakan institusi penting dan sepantasnya mendapatkan penguatan dalam melakukan pengkajian serta penerapan teknologi untuk meningkatkan daya saing menuju kemandirian bangsa.

"Karena tidak ada satu negara pun dapat menjadi negara industri yang kuat, maju dan mandiri berdikari tanpa riset yang kuat".

Hal tersebut diungkapkan Presiden ke 5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri dalam Dialog Nasional bertema "Meningkatkan Inovasi Iptek untuk Mendorong Industri Dalam Negeri Mewujudkan Ekonomi Pancasila" di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan, Riset harus ditujukan pada kesejahteraan rakyat dan sebagai pilar negara berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri," tambahnya.

Tahun 2018 lanjutnya, anggaran riset yang tersebar di seluruh Kementerian dan Lembaga adalah Rp 24,9 Triliun dari total Rp 2.221 Triliun APBN 2018. Jika diasumsikan prosentase anggaran yang murni untuk riset, tetap pada angka 43,7%, maka setara dengan Rp 10,89 Triliun atau hanya 0,49% dari total APBN 2018. Turun 0,05% dari APBN dua tahun lalu.

"Kalimat kunci untuk menjadi negara industri, yaitu Science Based Policy, kebijakan pembangunan yang berbasis pada riset ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.

Menurutnya, Bung Karno, ayahnya sangat mencita-citakan Indonesia menjadi negara industri. Arsip sejarah memperlihatkan bahwa Bung Karno melibatkan tidak kurang dari 600 pakar.Para pakar tersebut tergabung dalam Dewan Perancang Nasional. Kala itu kepada para Dewan Perancang Nasional, Bung Karno menekankan bahwa pondasi Rencana Pembangunan Nasional harus bersifat ilmiah, yang merupakan hasil riset nasional, yang berdasar pada kenyataan yang ada dan kebutuhan rakyat Indonesia.

"Untuk itu, pertama, mari bersama kita perjuangkan Revisi atas Undang-Undang tentang Sistem Nasional Penelitian dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Riset ilmu pengetahuan dan teknologi, wajib menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan oleh Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah," jelasnya.

Megawati menuturkan, dengan tidak berorientasi pada persoalan eksistensi lembaga, tetapi pada kepentingan bangsa ke depan maka mohon dibantu untuk dikaji terkait pentingnya Indonesia memiliki satu Badan Riset Nasional. Yakni suatu badan yang akan mengkonsolidasikan seluruh riset di perguruan tinggi. Kementerian dan Lembaga negara, serta di lembaga swasta agar ada satu irama, satu visi dan misi dan dapat pula dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan dan perlindungan bagi SDM riset itu sendiri, dari peningkatan kualitas, status kerja, hingga penghargaan atas kekayaan intelektual yang mereka lahirkan," paparnya.

Megawati menegaskan, Indonesia tidak kekurangan anak bangsa yang cerdas. Mereka adalah salah satu generasi premium yang dipersiapkan untuk membangun Indonesia menjadi negara industri. Mereka semua memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Saat negara memanggil maka mereka siap singsingkan lengan, bergotong royong untuk negeri.

"Sekali lagi, saya mengajak untuk berjuang bersama mewujudkan Indonesia menjadi negara industri, yang berbasis pada riset nasional. Sekaranglah saat yang tepat untuk kembali menghidupkan spirit percaya pada kekuatan anak bangsa kita sendiri," pungkasnya.