|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > Apakah Dengan Revisi UU Pabum, Industri Pabum Dapat Berkembang Pesat ?

Apakah Dengan Revisi UU Pabum, Industri Pabum Dapat Berkembang Pesat ?

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 13 Desember 2013 | 00:42:16
dibaca | 11871 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Pemanfaatan energy Geothermal di Indonesia saat ini sebesar 4%, sumber daya panas bumi di Indonesia bertemperature tinggi sehingga memiliki nilai keekonomian yang baik untuk di kembangkan.

Rony Gunawan Selaku Direktur Utama PGE mengatakan, Bisnis geothermal mempunyai resiko tinggi pada tahap eksplorasi dan pengembangan lapangannya (aktifitas hulu - keberhasilan pemboran menghasilkan uap) dan membutuhkan pendanaan yang besar (non quick yielding). ujarnya di jakarta kamis (12/12/2013)


"Technical dan business competency serta kemampuan pendanaan menjadi tantangan bagi pengembang untuk mewujudkan pemanfaatan energi geothermal sebagai tumpuan energi masa depan." ujar Rony


Bantuan Pemerintah sangat diharapkan agar dapat membantu dan mengurangi resiko pengembang, dengan melakukan perbaikan harga jual listrik dan uap hal ini mutlak dilakukan untuk percepatan dan berhasilnya pengembangan geothermal di Indonesia. jelasnya


"Apakah dengan revisi UU panas bumi, Industri panas bumi di Indonesia dapat berkembang pesat"


Kendala utama pengembangan panasbumi adalah negosiasi kontrak membutuhkan waktu lama terutama negosiasi harga listrik panas bumi. Investasi panas bumi membutuhkan dana yang cukup besar dan memiliki resiko yang cukup tinggi,jelasnya


Dari aspek keteknikan, beresiko tinggi, terutama dalam fase eksplorasi, diperlukan aplikasi tinggi untuk mencari sumber geothermal, kebanyakan sumber terletak pada pegunungan diperlukan pemboran yang dalam,perlu SDM dengan kombinasi berbagai skill.


Solusinya adalah Pemerintah harus memberikan insentif terhadap pendanaan proyek panas bumi baik insensif fiskal dan Non fiskal. Pemerintah menjamin atas kelayakan usaha PLN dan Program Green Banking.tutupnya(Yudi/red)