|
find us on : 
Home > PERTAMBANGAN > PT Antam Tandatangani Kontrak EPC Pembangunan Oxygen Plant No 5

PT Antam Tandatangani Kontrak EPC Pembangunan Oxygen Plant No 5

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 12 Desember 2013 | 21:15:41
dibaca | 8229 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - PT Antam tandatangani kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) pembangunan Oxygen Plant No 5 dengan Unincorporated Consorsium Daesung Industrial gases Co.Ltd Korea dan PT. Koin Kontruksi Indonesia.

Pendanaan kontrak proyek senilai US$ 11 juta ini berasal dari obligasi korporasi yang diterbitkan tahun 2011 lalu, dengan dengan perkiraan penyelesaian konstruksi pada semester pertama tahun 2015.

Tato Miraza Selaku Direktur Utama PT Aneka Tambang mengatakan "Oxygen Plant No 5 yang akan dibangun berkapasitas 825 Nm3/h(02) dengan tingkat kemurnian 99,6 persen bertujuan menambah kapasitas pasokan oksigen untuk proses pemurnian feronikel yang berkualitas tinggi (low carbon ferronickel)," ujarnya di Citeko, Bogor Rabu (11/12/2013)

Rencana pembangunanan Oxygen Plant no 5 ini merupakan paket VII dari proyek perluasan pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) yang memiliki nilai keseluruhan US$ 73 juta. P3FP terdiri dari 8 paket pekerjaan, paket I : Jetty & Facilities, Paket II : Belt Conveyors, Paket III : Feni-I Plant , paket IV : Ladle Furnace, paket V : Ore Preparation & Calcination, paket VI : Electric Smelting Furnace , paket VII : Oxygen Plant dan Paket VIII : Pembangunan PLTU batubara berkapasitas 2 x 30 MW.

"Tanpa disadari, Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia namun belum bisa mengambil manfaat secara optimum daripadanya, P3FP ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas pengolahan nikel menjadi feronikel sebesar 25.000-27.000 TNi/tahun, dari sebelumnya hanya 18 TNi/tahun dengan asumsi kadar umpan bijih nikel sebesar 1,9 %", jelasnya.

Melalui ekspansi pabrik Feronikel Pomalaa ini juga, secara langsung dan tidak langsung akan terjadi alih teknologi pengolahan nikel bagi engineer Indonesia. "Nantinya tinggal bagaimana mendevelop teknologi ini dengan cara-cara kita dan menjalankan sistem dengan baik, karena semua kemampuan dari mulai eksplorasi hingga membangun pabrik pengolahan sudah kita kuasai", pungkasnya.