|
find us on : 
Home > NASIONAL > IZI Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis Guna Tingkatkan Daya Saing UMKM

IZI Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis Guna Tingkatkan Daya Saing UMKM

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 02 Mei 2018 | 22:28:25
dibaca | 1090 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan D.I Yogyakarta melalui Program IZI to Succes mengadakan pelatihan dengan tema 'Diferensiasi Produk' bersama Kelompok Usaha Mandiri Masyarakat (KUMM) Karimah pada Sabtu (28/4) kemarin.

Program pelatihan tersebut digelar di Balai Desa Sidomulyo Godean Sleman yang dihadiri oleh anggota KUMM Karimah yang berjumlah 18 orang. Ada pameran produk dari masing-masing anggota KUMM Karimah diantaranya ada mie ayam goreng, tahu kupat, nasi kucing, baju, kain batik, tas, mukena, dan gamis.

Program pelatihan dimulai dengan sambutan dari tim pendayagunaan IZI D.I Yogyakarta, Taufik Nur Hidayat. Dilanjutkan sesi inti dengan pemaparan materi dari Yuli Afriandi M.Si dari PLUT UMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Yogyakarta. Kemudian disemarakkan dengan adanya diskusi interaktif.

"Dalam berbisnis tidak ada cara yang instan. Akan tetapi harus ada tempaan dalam prosesnya. Seperti halnya dengan keris yang harus melalui penempaan besi yang tidak hanya sekali atau dua kali sehingga bisa menjadi barang yang dinamakan keris. Begitu pula dengan kepompong membutuhkan waktu untuk bermetamorfosa menjadi kupu-kupu dengan warna dan bentuk yang indah," tutur Taufik dalam sambutannya.

Yuli Afriandi, M.Si dalam pemaparanya menyampaikan bahwa dalam meningkatkan daya saing produk UMKM adalah dengan differensiasi produk. Produk UMKM harus mendatangkan nilai tambah yang tinggi kepada konsumen, harus merupakan sebuah keunggulan dari pesaing dan mempunyai keunikan.

"Dari segi barang yang dihasilkan harus mempunyai kemasan atau brand, mempunyai nilai tambah dan manfaat lebih bagi konsumen. Dari segi pelayanan mendatangkan kemudahan, kecepatan dan ketepan. Dari segi SDM yang ada harus punya skill, paham tugas dan kewajiban dan ramah. Untuk mewujudkan citra perusahaan yaitu dengan logo dan karakter yang menggambatkan ke arah mana usaha akan menuju," papar Yuli Afriadi.

Pada saat sesi tanya jawab berlangsung dengan interaktif. Sumiyatun (Pedagang Soto) bertanya, "Kalau porsi sajian produk lebih banyak, apa itu termasuk diferensiasi

Betul, itu termasuk diferensiansi tapi alangkah baiknya bukan hanya pemberian porsi lebih saja melainkan rasa-pun perlu enak," jawab Narasumber.

"Saya sebagai penjahit baju, memberikan kepastian waktu jadinya, ini masuk pembeda bukan ya? tanya Sukatjiah.

Tepat sekali, itu adalah pembeda Bu, tetap pertahankan agar konsumen tambah banyak dan puas," jawab Narasumber.

Para peserta pelatihan memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan pelatihan diferensiasi produk guna meningkatkan daya saing UMKM. banyak yang mendapatkan manfaat dari pelatihan, salah satunya bisa menambah semangat usaha dan mengasah kreatifitas.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya jadi bertambah semangat dan terpacu untuk lebih kreatif menciptakan diferensi produk," pungkas Yulecha, Pengusaha Handycraft.