|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > Tingkatkan Interoperabilitas, Marsda TNI Umar Sugeng Haryono Kunjungi Pacific Air Force

Tingkatkan Interoperabilitas, Marsda TNI Umar Sugeng Haryono Kunjungi Pacific Air Force

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 21 April 2018 | 00:13:17
dibaca | 1873 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Angkatan Udara Pasifik (Pacific Air Forces) menerima kunjungan Penerbang Angkatan Udara Indonesia dalam rangka membahas kemitraan berkelanjutan dan integrasi kedua angkatan udara selama pembicaraan Airman-to-Airman (A2A) pada 11 - 12 April 2018.

Dilansir dari laman af.mil, pembicaraan A2A dirancang untuk mendorong hubungan militer-ke-militer dengan mitra regional dan membuka jalan bagi kolaborasi di masa depan. Pertukaran memungkinkan Penerbang untuk melakukan tatap muka membahas tantangan keamanan regional.

Pimpinan Angkatan Udara AS Mayor Russell Mack, wakil komandan Pasukan Angkatan Udara Pasifik mengatakan bahwa pembicaraan ini tidak ternilai karena kami terus mengembangkan hubungan militer-ke-militer kami di Indo-Pasifik.

"Tujuan kami adalah menyelesaikan masalah dan membuat perubahan. Jika kami tidak dapat segera mencapai kesepakatan, kami akan mencari solusi yang saling menguntungkan kedua negara kami dan militer kami," jelasnya.

Selain itu, Selama konferensi dua hari, pimpinan PACAF dan tujuh anggota Angkatan Udara Indonesia mendiskusikan perluasan keterlibatan bilateral mereka, meningkatkan kerja sama dalam keselamatan penerbangan, upaya cybersecurity, pertukaran ahli masalah di masa depan dan meningkatkan serta memperluas latihan bilateral Cope West.

Wakil Marsekal Indonesia, Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Haryono, S.iP., S.E., M.M., menegaskan bahwa pertemuan ini memberikan kesempatan bagus untuk membahas dan mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan profesionalisme pasukan udara kami masing-masing.

"Ini akan memperkuat hubungan antara kedua angkatan udara untuk tahun-tahun mendatang," tegas Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Haryono, S.iP., S.E., M.M.

Sementara itu, Militer AS dan Indonesia melakukan sekitar 170 kegiatan setiap tahun di seluruh Departemen Pertahanan, termasuk latihan Cope West 18 di bulan Maret.

"Satu-satunya cara kita dapat menghadapi tantangan di Pasifik adalah melalui mitra kami. Saya berpendapat bahwa keuntungan asimetris terbesar yang kita miliki di Indo-Pasifik adalah mitra kita," kata Mack.

Ini adalah pembicaraan A2A tahunan ke-10 antara kedua negara. Strategi dan rencana yang terbentuk selama pembicaraan A2A akan digunakan oleh kedua negara untuk dua hingga lima tahun ke depan. Kedua angkatan udara dijadwalkan bertemu kembali untuk pembicaraan A2A di Indonesia, Maret 2019. (Bgs/JJ)