|
find us on : 
Home > HIDAYAH > FSTM Deklarasikan Tolak Politisasi Masjid dan Kembalikan Fungsi Masjid

FSTM Deklarasikan Tolak Politisasi Masjid dan Kembalikan Fungsi Masjid

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 18 April 2018 | 20:47:20
dibaca | 2701 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) mengajak para takmir Masjid Se-Jakarta pusat untuk mengkampanyekan fungsi Masjid sesuai syariat, yakni mengembalikan fungsi awal menjadi tempat ibadah kepada Allah SWT. Bertempat di Masjid Jami' Fatahillah. Jalan Sumur Batu Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).

Dengan mengusung tema "Menolak Politisasi Masjid Untuk Kembalikan Fungsi Masjid Sebagai Pemersatu Umat dan Bangsa". Gerakan ini dihadiri oleh KH. Kamaluddin SH. MH., KH. Syamsuddin (Ki Suwung), KH. Soleh Sofyan serta para Takmir Masjid Se-Jakarta Pusat.

KH. Soleh Sofyan selaku penasehat FSTM yang juga sebagai sekjen ikatan Dai media Indonesia, mengatakan, tahun ini merupakan tahun politik, FSTM nengajak masyarakat untuk turut menjaga masjid sebagai tempat beribadah dan tempat menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil alamin," ujarnya.

Menurutnya, Negara ini dibangun dari sesuatu yang baik dan positif. Perjuangan ulama, perjuangan para pejuang pejuang kita menghasilkan sesuatu yang positif yaitu negara NKRI. Maka proses merawat negara pun harus dengan cara yang baik pula. "Kita tau bahwa kalau kita memilih dengan cara yang baik, dengan pola yang baik mudah-mudahan kita mendapatkan pemimpin yang baik," tambahnya.

KH. Soleh menegaskan, gerakan ini mendeklarasikan antara lain, Pertama mempokuskan untuk menghilangkan kampanye yang negatif. Segala pemberitaan-pemberitaan akan lebih baik dialihkan ke pemberitaan kanditat kandidat yang baik," tegasnya

Kedua lanjutnya, dalam memilih pemimpin bangsa yang baik, hendaklah untuk melakukan gerakan istigfar nasional, hak ini biaa dilakukan untuk mempertanyakan mana yang terbaik memimpin bagi negara kita, Indonesia tercinta.

KH. Soleh menjelaskan, saat ini bangsa kita mempunya tiga darurat. Darurat Narkotika, Darurat Pornografi dan Darurat Hoak".

Maraknya berita hoak , berita fitnah dan berita mencekal orang kain nenjadi trend untuk mencari pemimpin. "Mau dijadikan apa negara kita ini. Oleh karena itu gerakan ini merupakan gerakan Satu Cinta Tanah Air.

"Kita akan coba dari masjid ke masjid, dari mushola ke musholla bahkan ke seluruh wilayah," tegasnya.

Masjid sudah mulai dubuat panggung- panggung politik, panggung tukang gorengan.

Soleh berharap gerakan ini akan menghasilkan pemimpin yang baik yang dihasilkan dari Istiqaroh. "Kita minta kepada Allah untuk mendapatkan pemimpin yang pasti. "Bukan Pemimpin Dunia Maya," pungkasnya.(yd/red)