|
find us on : 
Home > NASIONAL > Mengetahui Aktifitas Keseharian KUBE OMERA IZI

Mengetahui Aktifitas Keseharian KUBE OMERA IZI

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 16 April 2018 | 17:18:44
dibaca | 955 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kelompok Usaha Bersama yang terbiasa disingkat KUBE ini berawal dari inisiatif untuk mendayagunakan potensi yang dimiliki masyarakat. Kelompok usaha yang diinisiasi oleh LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia tersebut dibagi dalam dua macam, pertama adalah KUBE sendiri dengan nama OMERA yang artinya berkembang menurut tata bahasa Turki dan kedua Kelompok Usaha Mandiri Masyarakat atau KUMM Berkah Bersama.

KUBE yang berdiri sejak tahun 2015 ini hanya menjalankan produksi jasa secara murni mandiri, artinya belum ada kerja sama dengan pihak manapun dalam pengembangan program tersebut.

"Mengenai pelaksanaan KUBE sendiri merupakan usaha yang fokus pada satu bidang, namun dijalankan secara bersamaan, dikerjakan secara shifting dan terdapat komisi kepada masing-masing kepada anggota tim. Tentunya juga ada upaya pendampingan dan pembekalan yang diberikan oleh Tim Pendayagunaan IZI agar terarah dan terukur hasilnya. Sementara KUMM merupakan usaha pribadi dengan model jual yang heterogen seperti makanan siap saji, warung grosir dan pedagang kaki lima. KUMM sendiri bedanya tidak dipantau, hanya cukup diberikan pelatihan usaha."

Demikian disampaikan Muhammad Yunus selaku Penanggung Jawab Program Pemberdayaan IZI ketika memberikan keterangannya pada launching kerjasama antara PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan IZI di Rumah Produksi KUBE OMERA IZI, Pondok Gede - Kota Bekasi pada Kamis (29/3) lalu.

Adapun Pujiati, selaku Tim Pelaksana Harian KUBE OMERA IZI menjelaskan pihaknya bersama 20 pegawai bekerja setiap hari di waktu kerja, Senin sampai dengan Jumat. Para tim yang bekerja tidak secara terikat, hanya dilakukan secara sukarela dalam rangka menjalankan usaha dan mengisi aktifitas harian agar produktif. Bekerja secara shifting yang hingga kini mampu memproduksi berbagai model usaha yang bergerak di bidang jasa usaha konveksi seperti baju gamis, hijab, seprai, hingga karpet besar. Terdapat komisi bagi mereka, baik secara target harian, pekanan bahkan bulanan. Sejauh ini KUBE OMERA sudah melayani berbagai macam jasa, baik terima pesanan maupun menjual usahanya di pasar.

"Dalam sehari kami bersama tim mampu produksi 5 model seprai dan karpet, selebihnya ya Alhamdulillah terlaksana dengan mudah, karena sebelumnya kami dilatih untuk ahli sehingga bisa dikatakan cepat. Hanya memang kami tidak mau mengikat secara waktu harus full time, cukup semampu tim. Dan alternatifnya kami adakan jadwal secara shifting. Adapun harganya sendiri bervariasi, dari semua produk kami dimulai dari harga 20.000 hingga 500.000 ribu rupiah per barang." jelas Pujiati.

Selain sebagai rumah produksi, KUBE OMERA terbuka bagi pihak manapun untuk bekerjasama dan pelatihan. Termasuk ketika dikunjungi oleh Team Leader & Communication Corporate Social Responsibility (CSR) PT. SMI, sebagian besar tim mengikuti proses pelatihan menjahit berbagai model. Sehingga dalam hal ini mendapat respon dari salah satu tim PT. SMI, Dewi Agustiani yang mengapresiasi program KUBE tersebut.

"Selain berupaya menyiapkan jiwa enterpreneur, juga melatih kaum Ibu ini mempunyai penghasilan mandiri, skill yang mumpuni serta siap bersaing di dunia usaha," tuturnya.

Di akhir penyampaian, Agha Djajadiredja selaku Ketua Team Leader & Communication CSR PT. SMI berharap agar program KUBE semakin produktif, kebaikan yang menyebar ke seluruh daerah di Indonesia hingga terasa manfaatnya.

"Tentu saja kami mengapresiasi program KUBE ini yang semoga kedepannya program KUBE ini semakin produktif, mampu menebar kebaikan yang menyebar ke seluruh daerah di Indonesia hingga terasa manfaatnya," pungkasnya.