|
find us on : 
Home > PENDIDIKAN > Unesco Training Workshop On Teaching Respect For All

Unesco Training Workshop On Teaching Respect For All

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 08 Desember 2013 | 16:22:17
dibaca | 7791 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - National Training Workshop on Teaching Respect for All yang dibuka oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Bapak Arief Rachman resmi ditutup.

Seminar yang diselenggarakan oleh Indonesian National Commission For UNESCO,bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan dan Ministry Of Education And Culture In Cooperation With UNESCO, dihadiri oleh Mr. Anwar Al-Said, Programme Specialist on Education Unesco Office Jakarta, Bapak Hafid Abbas (Komisioner Komnas HAM), Ms Gisselle (Unesco Paris), Ibu Ranti (Puskur), Ibu Hj. Hasnah Gasim, dan diikuti oleh para peserta dari, Kepala Sekolah, Guru/Pengajar, NGO,Pemuda,dan Jurnalis.

Workshop yang berlangsung dari 5 s/d 7 Desember 2013 di Century Park Hotel, Jakarta, Indonesia, dengan mengusung tema Teaching Respect For All.

Prof Arief Rachman selaku Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO,mengatakan, "Ada tiga hal yang harus diperhatikan, ujarnya dalam sambutan penutupan Workshop Teaching Respect For All di Jakarta Sabtu (7/11/2013)

PERTAMA, Pencerahan (Inlikemant), kita kemana-mana harus seperti lilin memberikan pencerahan ,sebagai contoh Gisselle yang datang jauh-jauh dari paris untuk memberikan pencerahan. ini penting sekali bagi orang yang melakukan pencerahan akan diberikan pahala oleh allah SAW.

KEDUA, Mendidik (Educate), dalam mendidik itu harus ada Perencanaan,harus ada Kesadaran, harus ada Target,dan harus ada Evaluasi.

KETIGA, Memperdayakan (Impower), sebagai contoh suami yang loyo dikarenakan sang istri tidak dapat memperdayakan sang suami, demikian sebaliknya.

Dalam penutupan workshop ini penyelenggara memberikan penghargaan kepada Ms. Gisselle yang telah meluangkan waktunya datang dari paris untuk memberikan ,mensosialisasikan ,pencerahan kepada peserta dan juga kepada Mr. Anwar Al-Said.

Dalam kesempatan yang sama Hj. Hasnah Gasim selaku National Coordinator Of ASPnet Indonesian National Commission For Unesco, Ministry Of Natipnal Education And Culture, menambahkan, Ada tiga skill yang dibutuhkan oleh Masyarakat,FONDATION SKILLS, TRANSFERABLE SKILLS, dan TECHNICAL AND VOCATIONAL SKILLS, ujarnya

"Untuk dapat berinteraksi dengan teman diperlukan Pondation skill,agar kita dapat memahami apa yang akan dibicarakan" ucapnya

Dalam Transferable skill,ada beberapa diantaranya "To Solve Problem",apabila kita mempunyai masalah hendaknya segera diselesaikan,jangan buat masalah lain ,bagaimana kita dapat menyelesaikan tergantung masalahnya.
Communicate Ideas and Information Effectively. Dibutuhkan Kreativitas (Be Creative and Inovative).
Show Leadership, Demonstrate Entrepreneurial Capabilities. Be Tolerance. dan Learning how to live Together , Tutupnya (Yudi/Red)