|
find us on : 
Home > HIDAYAH > Gelar Halaqoh Takmir Masjid, FSTM: Jaga Masjid Dari Ancaman Gerakan Radikalisme

Gelar Halaqoh Takmir Masjid, FSTM: Jaga Masjid Dari Ancaman Gerakan Radikalisme

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 22 Maret 2018 | 21:40:50
dibaca | 2080 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Forum Silahturahmi Takmir Masjid (FSTM) Jakarta menggelar halaqoh takmir masjid dalam rangka ingin membangun kesadaran bersama masyarakat Jakarta agar memanfaatkan masjid sebagai rumah ibadah dan syiar agama di Masjid Jami' Al-Falaah di Jalan Masjid I, No 12 Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Koordinator FSTM Jakarta, Husny Mubarok Amir mengatakan bahwa, Peran takmir masjid, tokoh masyarakat, dan alim ulama sangat strategis untuk terus mengkampanye tentang fungsi dan kegunaan rumah ibadah khususnya masjid sebagai Baitullah, sebagai pemersatu umat.

"Halaqoh bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para takmir masjid tentang pentingnya menjaga rumah ibadah dari hal-hal yang tidak sesuai dengan syari'at Islam." ujarnya.

Husny menjelaskan, kehadiran FSTM Jakarta untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para takmir masjid dan pengurus masjid agar bisa memanfaatkan masjid sebagai rumah ibadah dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainya, seperti pengajian dan pemberdayaan ekonomi umat serta menyelenggarakan kegiatan pada saat peringatan hari besar islam.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan ikhtiar untuk mendampingi umat dalam menjaga kultural agar tetap bersatu padu membangun bangsa.

"Ada tiga unsur potensi yang harus dikembakan yaitu pelatihan imam masjid, takmir masjid, dan aktivis masjid seperti remaja masjid," jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Muslim Wakil Koordinator FSTM Jakarta menuturkan bahwa dirinya tidak menilai bahwa saat ini fenomena maraknya aksi teroris dan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama seperti jihad masih menjadi ancaman bagi masyarakat dan negara.

"Oleh karena itu, kegiatan seperti ini juga sebagai bagian peran penting para takmir masjid agar bisa menjaga masjid dari ancaman gerakan radikalisme." tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa tidak dipungkiri saat ini banyak masjid di Jakarta yang dijadikan tempat penyebaran faham dan gerakan radikalisme. Oleh karenanya untuk memutus mata rantai, pihaknya terus gencar menyebarkan virus bahwa islam itu merupakan agama yang cinta damai anti kekerasan dan mengkampanyekan gerakan islam yang rahmatan lil alamin, mencitai sesama umat manusia dan saling merangkul tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan.

"Dengan kata lain, tantangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia adalah radikalisme. Radikalisme berpuncak pada terorisme, akibatnya, bangsa Indonesia dilanda krisis multidimensi dan dekadensi moral," tutupnya.

Halaqoh takmir masjid ini diikuti oleh perwakilan takmir masjid dari dua wilayah yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Dengan pembicara diantaranya Habib Syafiq bin Syech Abu Bakar bin Salim, KH Ma'mun Al Ayyubi, KH Soleh Sofyan dan Ustadz Atok Al Jawawi.