|
find us on : 
Home > EKONOMI > Dengan Hasil Riset Snapcart, Shopee Menjadi e-Commerce Dengan Frekuensi Belanja Tertinggi

Dengan Hasil Riset Snapcart, Shopee Menjadi e-Commerce Dengan Frekuensi Belanja Tertinggi

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 22 Maret 2018 | 17:12:11
dibaca | 4852 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Hasil riset Snapcart mengenai perilaku belanja e-commerce di Indonesia menunjukkan bahwa Shopee telah menjadi e-commerce paling populer dan paling sering digunakan oleh para konsumen. Riset Snapcart ini dilakukan dengan metode survei daring melalui aplikasi pada bulan Januari 2018 dengan melibatkan 6.123 responden.

Felix Sugianto selaku Business Development Director Snapcart Asia Pasifik mengunkapkan bahwa, berdasarkan riset terbaru Snapcart, 37% responden menjawab paling sering menggunakan aplikasi Shopee untuk berbelanja online di indonesia. Peringkat berikutnya adalah Tokopedia (25%), dan Lazada (20%). Mereka merupakan 3 besar penyedia layanan belanja online di indonesia. "Shopee, Lazada, dan Tokopedia merupakan brand yang paling diingat oleh responden. Shopee unggul dengan skor awareness sebesar 81, Lazada berada di peringkat kedua dengan skor 80, disusul Tokopedia dengan skor 78", katanya di Jakarta (22/3).

Ditambahkannya, Felix mengatakan bahwa Riset Snapcart juga mengungkapkan, pembelanjaan rutin e-commerce didominasi oleh perempuan dengan angka sebanyak 65% dan sisanya 35% pembelanja laki-laki. "Kategori yang diakui paling sering dibeli oleh responden adalah pakaian, aksesoris, tas, sepatu, dan peralatan kesehatan dan kecantikan", tambahnya.

Menurutnya, dari segi frekuensi belanja, Shopee menjadi e-commerce dengan frekuensi belanja tertinggi dibandingkan dengan e-commerce lainnya. "29% responden secara rutin (setidaknya satu kali per minggu) berbelanja di shopee, sedangkan Tokopedia berada di peringkat kedua dengan perolehan sebesar 22% dan Lazada sebesar 10%" ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Revenue Officer Snapcart Asia Pasifik, Soon Lee Lim mengatakan "Keberhasilan Shopee sebagai penyedia layanan e-commerce dengan awarness tertinggi, frekuensi pembelian tertinggi dan yang paling sering digunakan oleh konsumen Indonesia menunjukkan keberhasilan mereka berkomunikasi dengan efektif pada pembelanja online di Indonesia", katanya.

Hadir sejak 2015, lanjut Soon Lee, Snapcart telah melakukan terobosan di industri pasar dengan menyajikan data secara real-time. "Data yang terkumpul sangat akurat dan mencakup volume yang sangat besar, karena setiap hari kami menerima lebih dari 10.000 struk belanja dari 50.000 pengguna aktif bulanan di Inonesia, Snapcart juga telah hadir di empat negara, yaitu, Jakarta, Filipina, Singapore, dan Brazil", tuturnya.

Sementara itu, Pengamat Pemasaran Godo Tjahjono PhD mengatakan, tren pembelanjaan e-commerce di Indonesia meningkat karena jumlah konsumen online dan variasi produknya bertambah, namun demikian, diskon harga dan bonus seperti bebas biaya pengiriman masih menjadi faktor dominan dalam mengakuisisi konsumen baru, katanya.

Berdasarkan hasil Riset Snapchart, responden mendapatkan sumber informasi mengenai e-commerce dari iklan di televisi (TV) sebesar 24,5%. Kemudian, 24,3% mendapatkan informasi dari Word of Mouth dengan keluarga, kerabat, maupun teman. Iklan di sosial media seperti Facebook, Instagram, atau Twitter menyumbang 21%, sedangkan 15,1% mendapatkan informasi dari iklan di situs online.

Sebagai informasi, Riset Snapcart juga menemukan bahwa penduduk Pulau Jawa dan Sumatera Utara merupakan pembelanja online yang paling dominan. berdasarkan data geografi, pembelanjaan e-commerce tertinggi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (22%), Jawa Barat (21%), Jawa Timur (14%), Jawa Tengah (9%), Banten (8%), dan Sumatera Utara (6%). (Bgs)