|
find us on : 
Home > EKONOMI > BPS Laporkan Inflasi November 2013 Tembus 0,12 Persen

BPS Laporkan Inflasi November 2013 Tembus 0,12 Persen

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 02 Desember 2013 | 23:52:09
dibaca | 10256 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Badan Pusat Statistik (BPS) umumkan Inflasi bulan November 2013 tercatat sebesar 0,12 persen ini dipicu oleh kenaikan indeks pengeluaran sektor perumahan, air, listrik hingga bahan bakar sebesar 0,68 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, inflasi tahun kalender Januari hingga November 2013 adalah sebesar 7,79 persen, sementara inflasi year on year (yoy) mencapai 8,37 persen. Namun, Inflasi pada tahun ini diyakini lebih rendah dari tahun sebelumnya.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi tahun ini cukup rendah dibandingkan tahun 2010," ujar Suryamin saat konferensi pers di kantor BPS Jakarta Pusat Senin (2/12/2013)

Sementara, 66 kota di Indonesia, tercatat 38 kota mengalami inflasi dan 28 kota deflasi, namun Inflasi tertinggi justru terjadi di Maumere, Papua sebesar 1,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sekitar 164,61 dan inflasi terendah berada di Sibolga dan Mataram masing-masing sekitar 0,03 persen dengan IHK 153,66 dan 159,40. Kemudian deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,29 persen dengan IHK 163,95 dan deflasi terendah terjadi di Bengkulu 0,02 persen dengan IHK 155,96.

"Penyebab utama inflasi adalah kenaikan sub sektor pengeluaran tarif listrik yang sebagai penyumbang terbesar yaitu sekitar 0,16 persen, kemudian sub sektor pengeluaran perumahaan dan air,"jelasnya

Sebelumnya, Tarif Tenaga Listrik (TTL) non PSO yang ditetapkan Pemerintah kepada konsumen PT PLN (Persero) di tahun ini naik sebesar 15 persen. Kenaikan dilakukan secara bertahap setiap triwulan atau tiga bulan sekali secara akkumulasi, sehingga dalam satu tahun terdapat kenaikan TDL sebanyak 4 kali.Tutupnya(JJ)