|
find us on : 
Home > NASIONAL > Menko Maritim : Pemerintah Akan Terus Kembangkan Potensi Perekonomian Kemaritiman

Menko Maritim : Pemerintah Akan Terus Kembangkan Potensi Perekonomian Kemaritiman

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Maret 2018 | 21:27:37
dibaca | 1972 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut B. Pandjaitan mengatakan, potensi perekonomian kemaritiman Indonesia sangat besar, sebab berdasarkan data pemerintah, diperkirakan ada 1,3 trilyun dollar potensi ekonomi kelautan. Namun sayangnya, potensi tersebut belum banyak dieksplorasi secara penuh.

Diantaranya ada potensi perikanan dengan konsep aquaculture (bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan, menggunakan air sebagai komponen pokoknya), serta potensi perikanan tangkap.

"Potensi perikanan tangkap dengan aquaculture cukup besar. Saya berkeliling ke seluruh Indonesia dan melihat sentra-sentra perikanan yang dapat dikembangkan dengan aquaculture, akan tetapi belum didukung oleh infrastruktur yang baik , tapi kita akan segera bangun itu," ujar Menko Luhut, saat didaulat menjadi panelis pada Seminar dan Pameran Pangan Nasional "Jakarta Food Security Summit 4", yang juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P. Roeslani beserta seluruh jajarannya, dihelat di JCC Senayan, Jakarta, 8 - 9 Maret 2018.

Menko Luhut memaparkan, sumber ketahanan pangan kelautan, jika melihat trend perkembangan perikanan dunia, sekarang ini perikanan aquaculture yang naik, dan perikanan tangkap trend nya stabil. Kemudian, untuk pangsa pasar perikanan di Asia juga menunjukkan permintaan yang cukup besar, demand nya mencapai sekitar 26 juta ton ikan.

Oleh sebab itulah Menko Luhut menghimbau kepada para pengusaha yang tergabung di Kadin untuk bersama-sama membangun potensi kemaritiman, selain untuk kesejahteraan juga untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Budidaya ikan itu 18 persen, dari potensi kelautan kita yang 1,3 trilyun dollar itu. Kita ekspor juga yang raw material nya (bahan mentah), seperti ikan segar kan harganya bisa naik 4 kali lipat. Jadi kita kembangkan juga aquaculture nya. Proses potensi industri kemaritiman seperti kita lihat, sumber daya dan infrastruktur, ini sudah kita buat tim nya, Bapak-bapak tinggal ikuti saja, kalau ada masalah kita selesaikan, karena tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. Ini semua sekarang jalan," tambahnya.

Diketahui, pemerintah melalui koordinasi Kemenko Maritim pun sedang mengembangkan potensi perikanan di Indonesia bagian timur, dikarenakan melimpahnya hasil laut. Pembangunan infrastruktur pendukung terus dikejar, diantaranya pengembangan lapangan terbang di Maluku Utara, dari awalnya panjang landasan pacu 2000 meter, direncanakan akan ditambah menjadi 2600 meter untuk mengakomodir pesawat berbadan lebar, yang akan mengangkut hasil perikanan seperti misalnya ikan tuna segar langsung ke Jepang.

Terkait dengan persiapan pelatihan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Menko Luhut menyatakan akan mengajak serta para pengusaha yang tergabung dalam Kadin, dimana para pengusaha atau swasta akan mendapatkan kuota sebanyak 30 persen dan sisanya diisi oleh penyelenggara negara dan para Aparat Sipil Negara (ASN) setingkat eselon I, II, III dan IV sebanyak 70 persen.

"Diklat revolusi industri 4.0 ini juga dari Kadin akan kita ajak, plus NGO (Non Government Organization/LSM) dan juga dari DPR bila berkenan, hal itu untuk menyamakan persepsi kita dalam menghadapi arus globalisasi dan teknologi yang semakin canggih," kata Menko Luhut.

Sebagai penutup, Menko Luhut mengungkapkan apresiasinya kepada Kadin. Menko Luhut mengakui mendapat banyak masukan luar biasa dari Kadin. Tak ketinggalan, Menko Luhut juga berpesan kepada para pengusaha yang tergabung di Kadin agar selalu menerapkan 3 prinsip untuk bersama-bersama memajukan Indonesia.

"Ada 3 rule nya yaitu, national interest kemudian jangan ada feedback (timbal balik), jadi kita tidak boleh macam-macam dan mementingkan national interest tadi, lalu ketiga, rule of engagement nya (regulasi dan aturan hukum) kita dengan benar. Kalau itu jadi, kita melangkah tegak saja dan tidak perlu takut, asal kepentingan nasional menjadi yang utama," tutup Menko Luhut. (Red)

BERITA TERKAIT :