|
find us on : 
Home > EKONOMI > KPPU Minta Bulog Tahan Penyerapan Beras Selama Dua Pekan

KPPU Minta Bulog Tahan Penyerapan Beras Selama Dua Pekan

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 09 Maret 2018 | 14:19:07
dibaca | 2053 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menyarankan Perum Bulog untuk menahan penyerapan beras selama satu hingga dua pekan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tensi persaingan harga beras antara Bulog dan pasar dalam penyerapan beras.

"Kalau mau harga beras ini kembali normal, salah satu yang dilakukan untuk menunda sementara penyerapan beras dari Bulog paling tidak dua pekan" ujarnya di kantor KPPU, Jakarta, Kamis (8/3).

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso. Menurutnya Bulog bisa rehat paling tidak dua pekan untuk menunggu stok beras di pasar terpenuhi.

Dengan demikian, permintaan akan beras menjadi berkurang dan harga beras dapat kembali terkendali dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, fleksibilitas harga yang diberikan kepada Bulog pun dinilai Sutarto menjadi salah satu biang keladi tingginya harga beras.

Harga yang dibeli oleh Perum Bulog menjadi patokan terendah pasar untuk membeli beras. Dengan demikian, fleksibilitas 20 persen membuat pelaku bisnis di lapangan akan menggunakan harga tersebut dan harga di pasar berada di atas HET.

"Saat keluar, fleksibilitas yang tadinya sempat turun justru naik lagi karena dipicu keputusan Bulog harus membeli dengan fleksibilitas," imbuh Sutarto.

Sutarto menyebutkan untuk menjaga harga di pasaran pemerintah boleh saja melakukan impor asalkan produksi dalam negeri memang tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar.

"Tapi kalau produksi dalam negeri cukup atau bahkan lebih, pasti nanti akan dapat dari pengadaan dalam negeri," katanya.

Berdasarkan data dari situs resmi Kementerian Perdagangan harga beras medium saat ini mencapai Rp10.775 per kilogramnya harga tersebut masih berada di atas HET yang sebesar Rp9.450 per kg.

BERITA TERKAIT :