|
find us on : 
Home > LIPUTAN KHUSUS > Aspotdirga Road To School: Edukasi Potensi Dirgantara pada Anak Bangsa

Aspotdirga Road To School: Edukasi Potensi Dirgantara pada Anak Bangsa

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 08 Maret 2018 | 23:05:02
dibaca | 1756 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Sebagai kepanjangan tangan pimpinan TNI AU, Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) TNI AU mempunyai peran penting dalam pelaksanaan fungsi pembinaan teritorial (Binter) matra udara di berbagai daerah. Tugas tersebut sesuai dengan amanat UU RI no.34 tahun 2004 tentang pertahanan negara, yang menyatakan TNI AU mempunyai tugas dan peran sebagai alat pertahanan negara dengan melaksanakan fungsi pembinaan teritorial matra udara.

Mengembangkan potensi dirgantara sebagai langkah nyata untuk mendukung tugas TNI Angkatan Udara. Salah satu tugas Spotdirga adalah mengembangkan minat dirgantara, terutama kepada generasi muda. Beberapa program pembinaan potensi dirgantara telah dicanangkan sejak jauh hari untuk berjalan pada bulan depan, salah satunya Road to School.

Wakil Asisten Potensi Dirgantara Kasau, Marsma TNI Nazirsyah mengungkapkan beberapa program telah dibuat Spotdirga guna menggali potensi minat kedirgantaraan. Salah satunya Road to School, yang menurutnya, akan diwujudkan bulan depan.

"Kami mempunyai beberapa program, salah satunya akan mewujudkan program Road to Scholl ke sejumlah sekolah di Jakarta. Insya Allah bulan depan akan terlaksana. Ini baru untuk sekolah di Jakarta saja, dan nantinya akan menjadi role model," ujar Waaspotdirga Marsma TNI Nazirsyah ditemui proaksi.com, buanaheadline.com, bisnismetro.co.id, bisnisreview.co.id, akuratnews.com, dan jurnaljakarta.com, di ruang kerjanya di Gedung Aldiron (bekas Mabesau), Pancoran, Jakarta, akhir pekan kemarin (2/3).

Nantinya pada program Road to Scholl ini, jelas Waaspotdirga didampingi Paban II Puanpotdirga, Kol. Pnb Heddezul, Paban V Bakti, Kol. Lek. Khozim dan Paban VI Wiltasdirga, Kol. Pas. Budi Sumarsono, kami akan menggandeng Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan pramuka dari Saka Dirgantara, yang merupakan binaan dari Spotdirga.

Berbagai olahraga dirgantara kita perkenalkan, lanjutnya, seperti demo aeromodeling, drone dan paramotor. Mengenai lokasinya, katanya, mungkin bisa kumpul di sini, di sekolah setempat atau dilokasi yang mendukung kegiatan tersebut.

"Atau mereka kita panggil ke sini (Gedung Aldiron), kita punya lapangan dengan membikin even. Misalnya, even ini diikuti 10 sekolah dengan 100 peserta dari pelajar dan guru-gurunya. Kita adakan demo dirgantara, mengikuti simulator air modeling dan menyaksikan teater sejarah dirgantara Angkatan Udara serta melihat heritage perkembangan pesawat yang ada di Gedung Aldiron," kata petinggi TNI AU bintang satu ini.

Ditanya soal dana, diakuinya, bahwa anggaran sangat terbatas. Meski demikian, program ini akan tetap berjalan. Mungkin, ucapnya, kami akan menggandeng mitra sponsor dari produk-produk makanan atau minuman kesehatan, seperti produk susu dan lainnya.

Target 4 Emas di AG 2018

Cabang olahraga Paralayang merupakan salah satu binaan dari Spotdirga. Olahraga Paralayang dibawah wadah FASI yang notabene 50% pengurusnya dari TNI Angkatan Udara. Mungkin, kata Waaspotdirga, satu-satunya organisasi olahraga yang berbentuk federasi. FASI sendiri merupakan binaan dari TNI AU.

"Ketua Pengurus Besar adalah Kasau, Ketua Hariannya Aspotdirga, dan saya sendiri sebagai Wakil Ketua Harian yang mempunyai empat tugas, salah satunya pembinaan prestasi," jelasnya.

Cabor Paralayang telah menorehkan prestasi sangat mengagumkan. Atlet paralayang Indonesia berhasil menyabet juara dunia. Oleh kaena itu, kata Waaspotdirga, sejak 2016 kami telah perjuangkan cabor paralayang masuk dalam Asian Games 2018.

"Alhamdulillah akhirnya dipertandingkan di AG 2018," katanya.

Ditanya target emas yang akan diraih, secara tegas disebutkan, empat emas dari enam emas yang diperebutkan. Kita bukannya takabur, jelasnya, tetapi melihat prestasi yang dicapai atlet kita rasanya empat emas bisa diraih.

"Sebenarnya kami ingin mendulang enam emas tetapi kami memperhitungkan juga atlet Tiongkok, yang menurut kami, sangat kuat. Empat emas itu dari nomor ketepatan mendarat putra-putri," pungkasnya. (Bgs)

BERITA TERKAIT :