|
find us on : 
Home > POHUKAM > BIN : Kehadiran Kepala BIN Pada Rakernas PDIP Adalah Undangan Resmi, Tak Perlu Dipolitisi

BIN : Kehadiran Kepala BIN Pada Rakernas PDIP Adalah Undangan Resmi, Tak Perlu Dipolitisi

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 05 Maret 2018 | 05:52:37
dibaca | 2080 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Kehadiran Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dalam Rakernas tersebut adalah murni atas undangan resmi, semua demokrasi dipilih oleh suara sehingga apa yang dikawatirkan, kurang pas, jadi tidak perlu dipolitisi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wawan Haripurwanto selaku Direktur Komunikasi dan Informasi BIN saat mengklarifikasi terkait pemberitaan mengenai kehadiran Kepala BIN, Jendral Pol (Purn) Budi Gunawan pada Rakernas PDIP yang di gelar pada beberapa waktu yang lalu, di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, dalam jumpa pers di Restoran Sate Pancoran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Minggu (5/3/2018).

Mengenai Kepala BIN tersebut, banyak beberapa pihak yang mengatakan ini akan mengancam demokrasi dalam perhelatan Pemilu mendatang.

Menurut Wawan, hadirnya Kepala BIN di Rakernas PDIP adalah hal biasa terjadi di partai-partai lain, dimana saat ada acara Rakernas partai juga mengundang pejabat public.

"Mendatangi undangan adalah wajib guna menghargai siapa pengundangnya, kecuali jika berhalangan maka dapat diwakilkan. Kepala BIN hadir dalam Rakernas secara terbuka dan dapat dilihat oleh khalayak umum, termasuk wartawan, sebab Kepala BIN hadir atas undangan resmi, bukan kegiatan tertutup," ungkapnga.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan bahwa hal ini tidak ada kaitan dengan politik. Kehadiran seorang pejabat publik dalam suatu undangan tidak lantas dikaitkan secara tendensius ada keberpihakan pada Partai tertentu. Pejabat public tetap harus professional menempatkan diri. "Ini adalah sebuah penghormatan atas undangan-undangan dari sejumlah pihak, maupun sebuah partai atau ormas." ujarnya.

"Tentu saja kalau ada kontroversi atas hal itu, sebetulnya tidak berpengaruh pada demokrasi. Pemilu tetap demokratis, sudah ada aturan main yang diterapkan oleh KPU dan Bawaslu. Jadi tidak mempengaruhi karena KPU dan Bawaslu sudah punya aturan," tegasnya.

Menurut Wawan, Sebagai Kepala BIN, Jenderal Pol (Pur) Budi Gunawan harus dekat dengan siapapun, dengan ormas, OKP, Parpol dan masyarakat lapis manapun, guna menjadi pengayom/pelindung dan sekaligus bermitra dengan siapapun guna memperoleh informasi valid dari lini terbawah sehingga mampu mengamankan negara ini dari berbagai ancaman.

Kepala BIN harus turun ke bawah, jemput bola, tidak hanya di belakang meja, tetapi harus berbaur dengan semua lapisan, sehingga ada sinergitas dan kedekatan dengan berbagai elemen termasuk parpol.

Indonesia telah berulang kali menjalani pemilu dan menetapkan pilihannya di bilik suara menurut kehendak masing-masing.

"Suara masyarakat tidak lantas berbelok karena kehadiran seseorang ke sebuah acara Rakernas Partai Politik tertentu. Sehingga bahwa kehadiran Kepala BIN dalam menghadiri undangan resmi Rakernas PDIP di Bali tidak mempengaruhi demokrasi di tanah air," pungkasnya.

BERITA TERKAIT :