|
find us on : 
Home > HIDAYAH > Takmir Masjid Wujudkan Masjid Sebagai Penyebaran Islam Yang Rahmatan Lil Alamin

Takmir Masjid Wujudkan Masjid Sebagai Penyebaran Islam Yang Rahmatan Lil Alamin

Reporter : www.jurnaljakarta.com | 23 Februari 2018 | 13:51:48
dibaca | 2512 Kali
JurnalJakarta.com | Istimewa

JurnalJakarta.com - Forum Silaturahim Takmir Masjid Jakarta (FSTM), menyelenggarakan Trainning Capacity Building (Peningkatan Kapasitas) Takmir Masjid Jakarta, dalam rangka mendorong takmir masjid mewujudkan masjid sebagai media menyebaran Islam yang Rahmatan lil alamin dan pemersatu bangsa. Bertempat di Masjid Taman Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2018)

Acara ini di hadiri oleh M. Husny Mubarok Amir selaku Koordinator (FSTM), Habib. Ali Hasan Bin Bahar (Bidang Dakwah Robitho Alawiyah PBNU). KH. Ahmad Ishomuddin M.Ag (ROIS PBNU). KH. Makmun Al Ayubi (Ketua DMI DKI Jakarta). KH. Faiz Syukron Makmun (Pengasuh Ponpes Darul Rahman Jakarta). KH. Ahmad Fauzi (Pengasuh Ponpes Daml Qodwah). Dan KH. Sholeh Sofyan (Dai). Sekertaris FSTM. Yusuf Ahmad yani, dan Habib Hamid Al Qodri pimpinan Masjid Muashola.

Koordinator Forum Silaturahim Takmir Masjid, M. Husny Mubarok Amir mengatakan, forum ini merupakan lanjutan dari Halaqoh (Pertemuan Takmir-takmir Masjid) sebelumnya.

"Hari ini kita mengadakan pelatihan penguatan wawasan dari takmir-takmir Masjid.Tujuan utama dari FSTM ini didasari dari kampanye-kampanye yang negative. Ujaran cacian dan kebencian yang berawal dari masjid ke masjid lambat laun akan kita hapuskan," ujarnya disela-sela acara.

Husny menjelaskan, dalam forum ini nantinya dibahas mengenai materi-materi tentang bagaimana methode-methode Dakwah, Peran dan fungsi masjid, terutama masjid sebagai perekat umat, pemersatu umat, dan juga penguat negara," jelasnya.

Acara ini merupakan kali keempatnya, dengan beranggotakan lebih dari 100 Takmir Masjid, yang tersebar di seluruh Jakarta. Diharapkan silaturahmi ini dapat tersampaikan pesan-pesan sejuk, pesan pesan kedamaian. Semoga ini dapat ditiru oleh daerah- daerah lain," harapnya.

Menurutnya, ibu kota jakarta merupakan poros barometer dari politik nasional, serta stabilitas nasional, maka diharapkan suara kita itu didengar serta menjadi acuan daerah daerah untuk melakukan hal yang sama seperti kita," tuturnya.

Munculnya paham-paham radikal keagamaan yang memanfaatkan ruang spiritual, utamanya masjid dan musholah yang digunakan sebagai tempat menyebarkan paham atau ideologi menyimpang dari Islam Ahlus sunnah wal jamaah dan Islam yang Rahmatan lil alamin kedalam ruang publik yang lebih luas.

Mereka berargumen bahwa apa yang mereka lakukan dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang dijamin UU. Maka menjadi wajar dan sah jika pola keberagamaan ditampilkan ke publik selama tidak melanggar UU yang berlaku.

Namun argumen ini hanya retorika untuk mengelak dari tudingan sebagai kelompok yang anti NKRI.

Karena dalam kenyataannya mereka menggunakan slogan dan simbol agama dan tidak jarang dinyatakan dengan bahasa kebencian dan permusuhan terhadap pihak lain yang berbeda," ujarnya.

Maraknya ceramah hasutan serta ujaran kebencian di masjid tertentu membuktikan semakin menguatnya paham agama yang berciri radikal dan membahayakan persatuan dan kesatuan.

Masjid sejatinya dibuat tempat beribadah kepada Tuhan dan dakwah-dakwah yang menyejukkan, kini beralih fungsi menjadi ajang khotbah penyebar kebencian dan permusuhan," bebernya.

Oleh sebab itu tegasnya, menjadi tugas penting masyarakat, khususnya takmir/pengurus masjid untuk mengikis habis sebelum tumbuh menjadi besar.

Karena membiarkan duri dalam daging semakin lama akan membuat daging membusuk dan merusak sistem imun tubuh secara keseluruhan," tegasnya.

Diharapkan dari masjid kita berupaya untuk tetap menyampaikan pesan-pesan dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam tidak menafikan gerakan politik yang dirajut dari masjid ke masjid, namun tentunya politik untuk kemaslahatan ummat dan kebaikan bagi bangsa dan negara, bukan sebaliknya, politik yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.(nrd/JJ)

BERITA TERKAIT :